Apa yang Harus Dilakukan Bila Anak Demam?

Setiap orang tua pasti akan khawatir ketika anak mereka demam, karena mungkin hal itu akan membahayakan anak. Mungkin hal ini bisa dimaklumi karena reaksi dari demam ini anak seringkali rewel dan merasa tidak nyaman. Padahal sebenarnya Demam adalah reaksi tubuh terhadap sesuatu yang mengganggu tubuh kita, missal adanya infeksi atau ketidakberesan kerja organ tubuh. Bolehlah kita tahu sedikit tentang seluk beluk demam pada anak, supaya kita bisa mengambil tindakan tepat ketika menghadapi kondisi seperti ini. Artikel ini saya dapat dari Forum Room For Children yang diasuh oleh dokter-dokter spesialis di bidangnya. Sumber langsung bisa dilhat di sini.

Orang tua perlu tahu!

Apa yang Harus Dilakukan Bila Anak Demam?

dr. Fransiska Sri Susanti, Sp.A.

RS PMI Bogor

Demam adalah reaksi tubuh kita terhadap sesuatu yang mengganggu tubuh kita, misalnya adanya infeksi kuman, benturan terhadap jaringan, dll. Demam berfungsi untuk mengatasi gangguan tadi, dan diharapkan gangguan tadi akan hilang. Jadi, demam sebetulnya bukanlah musuh kita, melainkan teman kita.

 

Walaupun begitu, banyak orang tua khawatir melihat anaknya demam. Mengapa? Karena umumnya orang tua khawatir terjadi sesuatu yang membahayakan anaknya. Hal ini amat sangat dapat dimengerti. Anak yang demam seringkali rewel, menangis terus menerus, tidak mau makan, tidak mau minum, bahkan sebagian kecil ada yang kejang karena demam. Jadi, bagaimana sikap kita sebaiknya bila anak demam?

 

1. Pastikan betulkan demam?

Ukur suhu badan anak dengan termometer yang baik. Lakukan dengan benar supaya didapat hasil pengukuran yang benar. Jangan mengukur suhu dengan sekedar menempelkan telapak tangan karena sensasi suhu yang didapat sangat dipengaruhi suhu lingkungan dan suhu tangan Anda sendiri. Pengukuran ini juga diperlukan untuk menentukan kapan anak diberi obat penurun panas, dan juga sebagai data kepada dokter saat berobat. Pola suhu berhubungan dengan jenis penyakitnya, sehingga memudahkan dokter memperkirakan diagnosis pada anak.

2. Perbanyak minum.

Anak yang demam akan membutuhkan lebih banyak cairan karena banyak cairan yang keluar lewat keringatnya. Cairan ini dapat berupa air putih, asi, susu, teh manis, jus buah, kuah sayur, bahkan bila perlu cairan infus bila anak tidak bisa minum.

3. Turunkan suhu permukaan tubuh

Cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengompres. Bagaimana cara mengompres yang benar? Tujuan mengompres adalah membuka pembuluh darah tepi, sehingga makin banyak darah bisa mengalir dan membawa panas badan dari dalam badan dan dibuang melalui permukaan kulit. Untuk membuka pembuluh darah tepi yang benar adalah dengan mengompres memakai air hangat kuku atau air suhu ruangan, bukan air dingin atau air es. Air dingin atau air es menyebabkan pembuluh darah tepi menutup sehingga justru tidak dapat membuang panas. Juga tidak diperbolehkan mengompres dengan alkohol karena alkohol hanya menimbulkan sensasi dingin tetapi tidak banyak membantu menurunkan suhu, dan adanya kekhawatiran terhirupnya uap alkohol atau terserapnya alkohol melalui kulit, menyebabkan keracunan alkohol.

TEmpat yang tepat untuk mengompres adalah pembuluh darah besar, yaitu di kiri kanan leher, ketiak, dan lipat paha. Kesulitannya adalah sebagian besar anak tidak suka bila hal ini dilakukan. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menyeka seluruh badannya. Mengompres hanya dahinya tidak membantu banyak. Bila perlu dapat juga anak duduk berendam di air hangat sambil dibasuh seluruh tubuhnya.

Untuk menurunkan suhu permukaan tubuh juga tidak diperbolehkan memakai pakaian tebal, selimut tebal, dsb. Panas tubuh tidak akan bisa keluar. Sebagian anak sering tampak menggigil bila demam, atau tangan dan kakinya dingin. Ini menandakan suhu badan masih akan naik. Dalam hal seperti ini boleh dipakaikan selimut dan sarung tangan serta kaos kaki, tetapi setelah menggigilnya hilang segera lepaskan semua tadi, dan mulailah mengompres.

4. Obat penurun panas.

Haruskah anak minum obat panas bila demam? TIDAK HARUS. Mengapa? Karena kita tahu bahwa panas adalah sahabat kita. Panas hanya perlu dihilangkan bila panas itu mengganggu. Jadi bila anak tidak rewel, tidak pernah kejang, dsb, tidak harus memberikan obat penurun panas. Fungsi obat penurun panas di sini lebih banyak sebagai penghilang nyeri, untuk membuat anak lebih nyaman. Umumnya obat penurun panas hanya menurunkan suhu sekitar 1-1,5 derajat celcius, sehingga kesannya panas tidak hilang. Umumnya obat penurun panas diberikan bila suhu badan mencapai 38-38,5 derajat celcius.

Obat yang bisa dipakai pada anak adalah parasetamol dan ibuprofen. Kedua obat ini mempunyai efektifitas dan tingkat keamanan yang kurang lebih sama, tetapi ibuprofen lebih berisiko bila diberikan pada kondisi di mana anak sedang terganggu sistem pembekuan darahnya, misalnya pada demam berdarah.

Parasetamol diberikan dengan dosis 10-15 mg/kg/kali. Dapat diulang minimal 4 jam, dan maksimal diberikan 5x sehari.

Ibuprofen diberikan dengan dosis 5 mg/kg/kali bila suhu 38 derajat celcius, dan 10 mg/kg/kali bila suhu badan 39 derajat celcius. Dapat diulang minimal 6 jam, dan maksimal diberikan 4 x sehari.

5. Cari penyebab panas

Mencari penyebab panas perlu dilakukan agar panas tidak terjadi berlarut2. Umumnya bila anak dalam kondisi baik setelah 72 jam panas perlu dicari penyebab panasnya. Bawalah anak ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh, bahkan seringkali diperlukan pemeriksaan laboratorium. Bila anak dalam kondisi lemah sekali, tidak mau makan dan minum sama sekali, kencingnya sedikit, apalagi disertai penurunan kesadaran, tidak boleh menunggu 72 jam, segeralah bawa anak Anda ke dokter.

 

Mudah-mudahan tulisan ini dapat membantu para orang tua dalam bertindak saat anak panas, supaya tidak terjadi kepanikan yang tidak perlu, atau sebaliknya terlalu meremehkan panas, sehingga anak jatuh dalam kondisi berat. Terima kasih.

Radang Amandel

Deg-degan kalo Fatih kena demam. Rasanya masih trauma juga karena  dulu pernah opname. Mungkin bukan kami saja but Fatihnya juga. Setiap melihat dokter ato orang berseragam perawat dah keburu ia minta pulang n bilang “ Ga mau disuntik…..ga mau disuntik!”. Padahal ya Cuma diperiksa aja…..but yang namanya anak-anak….

Ada lagi nih sakit Fatih stelah seminggu sembuh dari campak. Kami mengira Cuma demam biasa, mo pilek ato kecapekan soalnya sehari sebelum demam kami mengajaknya  ke Madura naik kapal. Qodarullah….besoknya demam sampai 39 derajat. Pertolongan pertama saya beri penurun panas, alhamdulillah panasnya bisa turun. Tapi setelah reaksi obatnya hilang demam tinggi lagi. Kalo dah gini biasanya Ia susah lagi makannya.

Semalaman ga bisa tidur, karena sepertinya hidungnya tersumbat seperti mau flu.Saya olesi dada, tenggorokan, dan punggungnya dengan minyak kayu putih, mungkin bisa meringankan gejala flu-nya. Tapi nggak ngefek juga. Dan kali ini  saya merasa heran, kalo Fatih flu nggak sampai terdengar orokan. Lah ini, kok anaknya ngorok . Setiap saya tidurkan dalam posisi terlentang, terdengar jelas dan bernafasnya lewat mulut, kalo saya tidurkan dengan posisi miring ia ngiler….(sebenarnya tidur biasa pun ia juga seringkali ngiler….hehe) but ini ngilernya banyak sekali….What’s wrong with you, Fatih?. Saya tinggikan posisi bantalnya, tetep sama. Dan akhirnya ia lebih nyaman dengan tidur dalam gendongan saya.

Saya coba cek dan amati ketika ia tidur. Mungkin saja ia sariawan di bibir atao gusinya dan sepertinya enggak. Tapi saya liat ada semacam selaput putih di langit-langit mulutnya, dan warna putih di permukaan lidahnya. Ehm…mungkin karena mimik susu, pikirku. But seharian nih ia ga mimik susu, untuk menelan saja sepertinya ia kesulitan.  Ga kemasukan makan dan minum seharian kecuali air putih. Saya coba amati lebih teliti, karena seperti ada yang berbeda dengan wajah Fatih. Apa ya?….Kemudian saya bilang ke ayah Fatih, kok pipi Fatih kelihatan gemuk ato lebih mirip dengan kena gondong. Ia  mengiyakan dan nambahi info kalo suaranya juga berubah, kelihatan besar waktu berbicara tadi sore. Kenapa ya??….Akhirnya semalaman ga juga bisa tidur, Fatih sebentar-bentar bangun minta gendong.  Bersyukur Ayahnya juga nemani bergadang sambil nglembur tugas-tugas kantornya.

Keesokan harinya masih demam. Rencana mo saya periksakan ke dokter anak, but hari ini pas libur. (Saya bilang ke ayah Fatih,”Kok pas Fatih sakit, mesti juga pas libur ya”)… Kayaknya gejala sakitnya makin banyak nih, suara Fatih semakin terdengar ga jelas n tambah celat, ngileran,panasnya masih sekitar 39 derajatan, susah nelan, bawah rahang terlihat lebih besar kaya leher sapi. Nah yang terakhir nie saya sempat cek ketika Fatih tidur seperti ada pembengkakan di bagian dalam hidung. Ehm mungkin kena sinusitis. Akhirnya dengan tanda-tanda itu saya coba googling di internet tentang sinusitis. But yang lebih mendekati dengan gejala sakit yang dialami Fatih adalah Tonsilitis/ radang amandel.

Saya coba hubungi dokter anak walopun saya tahu hari libur tutup. But Alhamdulillah beliau bersedia memeriksa di rumahnya.  Sorenya saya bawa ke dokter dan ternyata benar Fatih kena tonsilitis. Kata dokter radang amandelnya dah besar , cuma masih bisa diobati pake antibiotik dulu. Dalam waktu 3 sampai 4 hari Insya Allah dah sembuh. Alhamdulillah sebelum obatnya abis kurang lebih 3 hari, Fatih dah pulih.

Tonsilitis nie penyebabnya bisa bakteri atau virus. Selengkapnya bisa baca artikel di bawah ini. Saya copas  dari sini.

Radang amandel (tonsillitis) adalah infeksi pada amandel yang kadang-kadang mengakibatkan sakit tenggorokan dan demam.

Secara klinis peradangan ini ada yang akut (baru), ditandai dengan nyeri menelan (odinofagi), dan tidak jarang disertai demam. Sedangkan yang sudah menahun biasanya tidak nyeri menelan, tapi jika ukurannya cukup besar (hipertrofi) akan menyebabkan kesulitan menelan (disfagia)

Kapan amandel harus dibedah? Para ahli masih belum satu pendapat mengenai ini, namun umumnya literatur klinik membagi indikasi pembedahan radang amandel (tonsilektomi) atas 2 yaitu:

  1. Absolut (mutlak: harus dibedah)
  2. Relatif (tidak mutlak: sebaiknya dioperasi)
  • merah dan / atau bengkak amandel
  • putih atau kuning patch pada amandel
  • tender, kaku, dan / atau leher bengkak
  • sakit tenggorokan
  • sulit menelan makanan
  • batuk
  • sakit kepala
  • sakit mata
  • tubuh sakit
  • otalgia
  • demam
  • panas dingin
  • hidung mampet

Tonsilitis akut disebabkan oleh bakteri dan virus dan akan disertai dengan gejala sakit telinga saat menelan, bau mulut, dan air liur bersama dengan radang tenggorokan dan demam. Dalam hal ini, permukaan tonsil mungkin merah cerah atau memiliki lapisan putih keabu-abuan, sedangkan kelenjar getah bening di leher akan membengkak.

Penyebab

Yang umum menyebabkan sebagian besar tonsilitis adalah pilek virus ( adenovirus, rhinovirus, influenza, coronavirus, RSV ). Hal ini juga dapat disebabkan oleh virus Epstein-Barr, herpes simpleks virus , cytomegalovirus, atau HIV. Yang paling umum menyebabkan kedua adalah bakteri. Para bakteri penyebab umum paling adalah Group A-hemolitik streptokokus β ( GABHS ), yang menyebabkan radang tenggorokan. Kurang bakteri penyebab umum termasuk: Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Mycoplasma pneumoniae, Chlamydia pneumoniae, pertusis, Fusobacterium , difteri, sifilis, dan gonore. Dalam keadaan normal, seperti virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh melalui hidung dan mulut, mereka disaring di amandel. Dalam amandel, sel-sel darah putih dari sistem kekebalan tubuh me-mount sebuah serangan yang membantu menghancurkan virus atau bakteri, dan juga menyebabkan peradangan dan demam. Infeksi juga mungkin ada di tenggorokan dan sekitarnya, menyebabkan peradangan pada faring. Ini adalah area di bagian belakang tenggorokan yang terletak di antara dalam kotak suara dan tonsil. Tonsilitis dapat disebabkan oleh bakteri streptokokus Grup A, mengakibatkan radang tenggorokan. Viral tonsillitis mungkin disebabkan oleh berbagai virus [10] seperti virus Epstein-Barr (penyebab infeksi mononucleosis ) atau adenovirus. Kadang-kadang, tonsilitis disebabkan oleh infeksi dari spirochaeta dan Treponema, dalam hal ini disebut ‘s angina Vincent atau-Vincent angina Plaut.

Pengobatan

Perawatan untuk mengurangi ketidaknyamanan dari gejala tonsillitis meliputi:

  • rasa sakit, anti-inflamasi, demam mengurangi obat (acetaminophen, ibuprofen)
  • sakit tenggorokan lega (obat kumur air garam, belah ketupat, cairan hangat)

Jika tonsilitis disebabkan oleh kelompok A streptococus , maka antibiotik yang berguna dengan penisilin atau amoksisilin baris pertama sedang. Sebuah macrolide seperti eritromisin digunakan untuk pasien yang alergi terhadap penisilin. Pasien yang gagal terapi penicilin mungkin menanggapi pengobatan yang efektif terhadap lactamse memproduksi bakteri-beta seperti klindamisin atau amoksisilin-klavulanat . Aerobik dan anaerobik beta penghasil laktamase bakteri yang berada di jaringan tonsil dapat “perisai” kelompok A streptokokus dari penicilins. Bila tonsilitis disebabkan oleh virus, panjang penyakit tergantung pada virus mana yang terlibat. Biasanya, pemulihan lengkap dibuat dalam satu minggu, namun dapat berlangsung selama dua minggu. kronis kasus dapat diobati dengan tonsilektomi (operasi pengangkatan tonsil) sebagai pilihan untuk pengobatan.

Komplikasi

Komplikasi jarang mungkin termasuk dehidrasi dan gagal ginjal karena kesulitan menelan, saluran udara diblokir karena peradangan, dan faringitis karena penyebaran infeksi. Suatu abses dapat mengembangkan lateral tonsil selama infeksi, biasanya beberapa hari setelah terjadinya tonsilitis. Hal ini disebut sebagai abses peritonsillar (atau quinsy). Jarang, infeksi bisa menyebar di luar tonsil mengakibatkan peradangan dan infeksi pada vena jugular internal yang memunculkan suatu menyebarkan septicemia infeksi ( ‘s sindrom Lemierre ). Dalam kronis / kasus berulang (umum didefinisikan sebagai tujuh episode tonsilitis pada tahun sebelumnya, lima episode di masing-masing dari tahun sebelumnya dua atau tiga episode di masing-masing tahun sebelumnya tiga), atau di kasus akut tonsil palatina dimana menjadi begitu bengkak yang menelan terganggu, sebuah tonsilektomi dapat dilakukan untuk menghilangkan amandel. Pasien yang amandel telah dihapus masih dilindungi dari infeksi oleh sisa dari sistem kekebalan tubuh mereka. Dalam kasus yang sangat jarang radang tenggorokan, penyakit seperti demam rematik atau glomerulonefritis dapat terjadi. Komplikasi ini sangat jarang terjadi di negara-negara maju, namun tetap menjadi masalah yang signifikan di negara-negara miskin. Tonsilitis berhubungan dengan radang tenggorokan, jika tidak diobati, juga dapat menyebabkan gangguan neuropsikiatrik pediatrik autoimun terkait dengan infeksi streptokokus ( panda ). Tonsilloliths terjadi pada sampai 10% dari populasi sering karena episode tonsilitis.

Serangan Kedua ( Ternyata memang Campak)

Seminggu sepulah dari RS, Alhamdulillah Fatih dah kembali pulih. Ya Allah engkau telah mengembalikan keceriaan putra kami. Semoga Engkau senantiasa menjaganya. Senang rasanya! Weh…. Fatih doyan sekali makannya. Ga seperti biasanya deh…..langsung deh saya grojok sama makanan supaya badannya lekas pulih kembali. Ia dah bisa berlari-lari, memanjat, dan lain-lain. Dah sehat pokoknya.

Kepikir ngajak jalan-jalan Fatih. Akhir pekan nie ayahnya ada acara mo beli tas, soalnya ransel yang biasanya beliau buat kerja dah usang. Sekalian refresing ngajak saya n Fatih….hehe. Berangkat sih agak pagi, supaya ga kepanasan tar di jalan. Langsung deh menuju ke Toko yang dah lama diincer-incer. Abis beli langsung pulang aja….Cuma memang hari itu lumayan cerah, mataharipun cepat sekali memanggang……wuih…panas.

Sampai di rumah langsung bobok-bobok, n akhirnya semua tertidur.

Keesokan harinya kok saya rasakan Fatih demam lagi. Panas tinggi hingga 39 derajat,kayak sebelum-sebelumnya. Weh….jadi khawatir nih, baru aja sembuh. Dalam hati saya nyesel deh ngajak Fatih muter-muter sehari sebelumnya….Gini deh jadinya. Akhirnya saya beri penurun panas. But kalo reaksi obatnya dah ilang, demam lagi. Hingga sampai 4 hari, gejalanyapun sama seperti sakit yang pertama, tapi kali ini disertai batuk pilek..Kemudian muncul ruam-ruam di seluruh tubuh hingga wajah. Saya buka lagi file disini. Akhirnya saya periksakan ke dokter yang lain, dan bertanya memastikan kalo itu campak.  Dan iya mengiyakan…..tue kan?? Akhii rnya dokter hanya memberikan obat batuk sama penurun panas aja, karena kalo kena campak yang perlu ditanggulangi adalah penyakit sampingannya Misal batuk, pilek diare or panasnya. Kalo dihitung-hitung lamanya 10 hari Fatih dah sembuh.Alhamdulillah. Ternyata sakitnya dari awal memang campak….^_^

Ini saya copas artikel dari link di atas:

Campak/ Gabag

Penyakit Campak (Rubeola, Campak 9 hari, measles) adalah suatu  infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramyxovirus.

Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada.

Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.

 Penyebab

Campak, rubeola, atau measles adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular atau infeksius sejak awal masa prodromal, yaitu kisaran 4 hari pertama sejak munculnya ruam. Campak disebabkan oleh paramiksovirus ( virus campak). Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak (air borne disease). Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.

Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun). Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah: – bayi berumur lebih dari 1 tahun – bayi yang tidak mendapatkan imunisasi – remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.

Gejala

  1. Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa: – Panas badan – nyeri tenggorokan] – hidung meler ( Coryza ) – batuk ( Cough ) – Bercak Koplik – nyeri otot – mata merah ( conjuctivitis )
  2. 2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik). Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala diatas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai memudar.
  3. Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40° Celsius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.
  4. Demam, kecapaian, pilek, batuk dan mata yang radang dan merah selama beberapa hari diikuti dengan ruam jerawat merah yang mulai pada muka dan merebak ke tubuh dan ada selama 4 hari hingga 7 hari.

Komplikasi

Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat serius. Beberapa komplikasi yang bisa menyertai campak:

  1. Infeksi bakteri : Pneumonia dan Infeksi telinga tengah
  2. Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga pendeita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan
  3. Ensefalitis (inteksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan ruam kulit yang khas.

Pemeriksaan lain yang mungkin perlu dilakukan: – pemeriksaan darah, pemeriksaan darah tepi – pemeriksaan Ig M anti campak – Pemeriksaan komplikasi campak :

  • enteritis
  • Ensephalopati,
  • Bronkopneumoni

Pengobatan

Tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Anak sebaiknya menjalani tirah baring. Untuk menurunkan demam, diberikan asetaminofen atau ibuprofen. Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik.

Pencegahan

Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas.

Jika hanya mengandung campak, vaksin dibeirkan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.

selain itu penderita juga harus disarankan untuk istirahat minimal 10 hari dan makan makanan yang bergizi agar kekebalan tubuh meningkat.

Waktu Inkubasi

Waktu terpapar sampai kena penyakit: Kira-kira 10 sampai 12 hari sehingga gejala pertama, dan 14 hari sehingga ruam muncul. Imunisasi (MMR) pada usia 12 bulan dan 4 tahun. Orang yang dekat dan tidak mempunyai kekebalan seharusnya tidak menghadiri sekolah atau bekerja selama 14 hari

Waktu pengasingan yang disarankan

Disarankan selama sekurang-kurangnya 4 hari setelah ruam muncul.