JJS ke Kebun Bibit Wonorejo Surabaya

Pengen refresing sebentar dari aktivitas yang melelahkan….Iya, mata ini lumayan capek dengan yang namanya aktivitas jahit menjahit. Agenda utamanya sih emang ngajak jalan-jalan Fatih, coz waktunya banyak tersita dengan pekerjaanku selama ini. Alhamdulillah, kerjanya kan emang di rumah, jadi sambil bekerja masih bisa mengawasi anak. ^_^

Kali ini acaranya jjs ke Kebun Bibit Wonorejo Surabaya. Disebut juga Taman Bibit 2 setelah Taman Bibit / Flora Bratang. Kalo dibandingkan Taman Flora Bratang, memang taman inni sedikit kurang terawat….tanaman-taamannya yang tak tertata rapi, jadi kelihatan rungsep. Tempat ini emang menyediakan bibit-bibit tanaman mensuplay taman kota.

Waktu kami berkunjung kesana, memang suasananya agak sepi, dibandingkan Taman Flora Bratang. Hehe..pas hari ga libur kali yah…
Jadi kebanyakan yang datang memang anak-anak abg, ato anak berseragam sekolah yang sepertinya lagi bolos. Secara masuk taman ini kan gak dipungut biaya, jadi bisa jadi tujuan untuk anak-anak sekolah bolos. . Seharusnya ada larangan untuk anak sekolah agar tidak berkeliaran di jam-jam sekolah.Walopun ada juga anak-anak yang belajar disini didampingi gurunya yang sepertinya sedang persiapan menghadapi UAN SMP. Lokasinya  luas n lumayan nyaman untuk mereka belajar.
But, Yang menjadicatatan untuk taman bibit ini sepertinya….”Not properly mantained”.

 

Walopun begitu, bisa menjadi pilihan yang lumayan untuk berlibur keluarga dan mengajak anak-anak jalan-jalan di taman, menyusuri danau dan juga sarana bermain dan outbound yang menunjang. Waktu Fatih dilepas disini, wuah senengnya bukan main….mencoba setiap permainan.

 

Ada juga loh koleksi binatangnya…..Haha..hanya sepasang monyek dan angsa. Berbeda dengan Taman Flora Bratang yang sedikit lebih banyak koleksi burung dan rusanya.

 

Yang ini…iseng-iseng Ibunya moto bunga. Berlagak mo jadi Fotografer ^_^


Senangnya bisa refresing sebentar!!!

 

Advertisements

Animal Observation

Siang itu cuaca yang tak bersahabat membuatku malas untuk keluar rumah, walaupun sekedar di halaman rumah saja. Tapi, yang namaya anak-anak, sumpek kali berada di ruangan…mending keluar saja. Fatih bermain di halaman rumah. Pintu pagar sengaja aku tutup, jarang  tak buka kecuali saya ada keperluan untuk keluar.

Tiba-tiba dengan berlari ala anak balita, Ia masuk ke rumah sambil berkata ke saya “Uwal….uwal….uwal…! (tak paham saya apa maksudnya), tapi ia menarik tanganku mengajak saya ke luar. ‘O, keluar!, pikirku…..
Ia kemudian mendekati kursi kecil (dingklik dalam bahasa jawa) dan menunjuk ke arah bawahnya. Aku juga mengikutinya…..
“Uwal!” ia berkata lagi dengan kata-kata yang terdengar masih cadel.
Saya  melongok ke bawah kursi. “Astaghfirullah!” Aku melompat dan meraih Fatih ke gendonganku. Kulihat ada seekor ular kecil yang mengejutkanku bukan kepalang. Entah, ular apa? berbahaya atau enggak?, hanya saja aku takut dengan binatang yang satu ini.
Kemudian saya ambil sebuah pipa untuk menghalaunya ke luar halaman rumah. Jujur saja, aku ga berani kalau harus sampai membunuhnya…..

Kaget…kaget. Bersyukur…Allah masih melindungi kami. Jadi kepikir deh….gimana kalo Fatih ga kasih tahu ke saya, atau malah ia buat mainan yang namanya ular itu. Ga kebayang deh apa jadinya…

Ada manfaatnya juga saya sering googling gambar-gambar(animal, transportation) n menyimpannya di file computer. Biasanya saya atau ayahnya cari gambar bersama Fatih, and buka-buka file gambar yang telah kami simpan. Kami ajarkan nama-namanya. Alhamdulillah, namanya anak kecil cepat sekali belajarnya. Ia mengingat dengan baik…Masha Allah.

Saya ataupun ayahnya sering mengajaknya ke kebun di samping rumah dan membiarkan ia bermain disana, dengan pengawasan tentunya. Sesekali kami mengajak jalan-jalan ke sawah ketika kami pulang kampung.

Saya mengajaknya jalan-jalan ke sawah. Mengamati belalang yang hinggap di rumput gajah

Belalang hijau

Fatih suka sekali mengamati binatang. Mengejar kupu-kupu, belalang, laba-laba, semut, bermain dengan kucing (walaupun aku ga suka ia deket-deket dengan kucing). Terkadang ia bermain-main dengan semut, kemudian “plek” (Ia meneplek semut itu yang kemudian akhirnya mati). Ketika saya bilang, “Jangan dibunuh, Dik! Kasihan!”. Ia hanya bilang, “Titian” (kasihan). Tapi ya tetep suka neplekin semut kemudian bilang ‘titian’. Heehee…anak nie paham maksudnya ‘kasihan’ ga ya???!! Seharusnya kan membiarkan semut tetap hidup jika kasihan….

Ke Kebun Binatang

Dua minggu yang lalu, kami mengajak fatih rekreasi ke Kebun Binatang Surabaya yang terletak di Jl. Setail no. 1 (persimpangan Jalan Raya Darmo, Jalan Wonokromo Raya, dan Jalan Joyoboyo)
Wonokromo,Surabaya, Jawa Timur . Kebun Binatang tertua di Indonesia ini katanya pernah jadi yang terlengkap koleksinya se Asia Tenggara lho…tapi sekarang?? Ga tahu… Continue reading