Magnetic Sticks…

Pekan ini, hari libur lumayan lama. Sebenarnya libur ga libur sih buat aku tetap sama saja. Libur itu kalo ayah Fatih nggak ngantor 🙂  Biasanya kalo lagi libur, yah ngajak-ngajak keluar. Ato kalo enggak…tetep ngantor walo kantornya libur.  Hari ini walopun tanggal merah…ayah pergi ngantor. Coz di rumah aja juga ga bisa ngapa-ngapain…Mau jalan-jalan….masih tanggal tua 😀 …kesian banget…

Alhasil bikin aja kegiatan buat ngisi liburan…. (mengurangi aktivitas Fatih di depan komputer). Aku masih menyimpan sticks yang udah kubeli lama sekali. Waktu itu mikirnya, kali aja bisa bikin kerajinan tangan dari stick es krim. Setelah lama nganggur, baru sekarang deh punya waktu buat mengeksekusi… 😀

Fatih ikut terlibat dalam membuat magnetic stick. Tugasnya mengecat sticknya pakai cat air. Kalo saya bantu-bantu njemur aja..

IMG_4854

IMG_4855

IMG_4856

Kalo sudah kering, bagian saya lagi menempelkan magnet di sticknya dengan glue gun. Sebagian ada stick dbikin bentuk segitiga, persegi ataupun dibiarkan tetap batangan.

IMG_4903

IMG_4857

IMG_4859

Kalo sudah jadi bisa dipakai buat belajar lho. Sambil bermain bisa belajar memmbuat huruf atau bentu-bentuk tertentu. Fatih bilang mau buat Rumah yang ada asapnya (maksute sih rumah yang ada cerobong asapnya), adalagi yang dibuatnya…”Rumah Senjata” 😀

Advertisements

3 Tahun

Tak terasa Fatih kini sudah berusia 3 tahun bulan desember kemarin. Alhamdulillah….Semoga Allah memanjangkan usianya begitu juga dengan kami, hingga kami bisa menikmati hari-demi hari perjalanan hidup kami dengan penuh keberkahan. Allahumma Aamiin.
Kian hari ada saja yang diperbuatnya, membuat saya gemas, senang…terkadang juga merasa kewalahan dengan polah tingkahnya yang makin aktif.
Perkembangannya baik kognitif, affektif maupun motoriknya lumayan pesat. Di usianya yang ketiga tahun, pola komunikasinya sudah mulai lancar mulai dari mengutarakan maksud, alasan, mendengarkan penuturan, hingga bercanda ala anak kecil. Kosakatanya juga semakin banyak. Semua tak lepas dari kuasa Allah yang memudahkan kami dalam mendidiknya ….Alhamdulillah.

Kalo  menurutku ia termasuk anak yang suka aktif. Tak bisa diam barang sejenak. Sebentar aja kutinggalkan sendirian, ia sudah bereksplorasi dengan yang disukainya. Bermain dengan mainannya sendiri, bermain di kebun (keruk-keruk tanah, mengumpulkan batu-batuan atau mengamati binatang-binatang kecil), bermain-main dengan kucing ( lebih sering ngerjain kucing), berlari kesana kemari, panjat memanjat, dll. Ruang geraknya saat ini memang tak cukup hanya di sekitar rumah, terkadang ia nyelonong keluar ketika pintu pagar terbuka (bermain ke anak tetangga). Ato dengan bahasanya yang polos, ia minta diajak jalan-jalan walo hanya muteri kampung. Ia sangat suka dengan aktivitas ini. Dan kesempatan ini saya gunakan untuk mengajari apa saja, bercerita tentang apa yang ditemui, atau Sambil berjalan, kami muraja’ah surat2 pendek (Al Fatihah, An Nas, AL Falaq, Al Ikhlas, dan ayat kursi), Alhamdulillah ia sudah mulai hafal.

Fatih juga suka sekali aktivitas rutin kami ‘Read A loud’. Ia  memilih sendiri buku yang ingin minta dibacakan, kemudian mengambil posisi yang nyaman, duduk-duduk di pangkuanku, glasaran di lantai ataupun sambil berbaring. Biasanya sebelum tidur ia juga minta dibacakan buku. Menurut penelitaian, aktivitas membaca buku ini banyak manfaatnya lho…..selain memperbanyak kosa kata, anak juga belajar menjadi pendengar yang baik. Lebih bagus lagi kalo kita juga menstimulasi anak untuk bisa menceritakan kembali/ mengungkapkan ide yang ia dapat dari aktivitas membaca buku ini.

Aktivitas lain yang ia sukai adalah belajar mufrodat arabic. Alhamdulillah…..samapai sejauh ini Fatih sudah hafal beberapa mufrodat arabic dengan tema diri sendiri, benda disekitar, dan beberapa mufrodat binatang….Baru sedikit memang, coz ibunya pun juga ikut kebut-kebutan belajar arabicnya.
Fatih suka bertanya,  semisal ‘bantal apa?’ (maksudnya bahasa arabnya apa), kotoran apa?…..ini apa? Berhubung ibunya juga baru blajar, kalo saya ga tahu, saya bilang “Nanti dicari ya!! (dicari di kamus) atau ‘Nanti tanya Ayah ya!!!… Eh , Fatih juga suka ikut-ikutan bilang ‘Nanti dicari ya!/ Nanti tanya Ayah?”   ketika aku muraja’ah kosakata n ia lupa/ lagi males jawab :-p

Semoga kami (Ayah dan Ibu) bisa menemani perjalananmu dan mengantarkanmu menjadi anak Shaleh…. Aamiin

Fun with Bulir Beras

Pada hari ketiga Alhamdulillah demam Fatih sudah mulai turun. Makanya ga ada rencana lagi untuk periksa ke dokter. Setelah saya mandikan pakai air hangat, ia sudah beraktivitas lagi seperti biasa. Hari ini sudah bisa mulai masak (Masak ayam goreng aja, yang paling mudah).

Selama saya beraktivitas di dapur, Fatih juga ubek aja di dapur….Katanya bantu-bantu Ibu! Hehe…padahal ga dibantupun mungkin malah lebih cepat selesai. Ia sibuk sendiri dengan panci-pancinya. Ia juga paling suka main-main dengan beras. Sebelum-sebelumnya memang tempat beras saya letakkan di atas jauh dari jangkauannya. Tetapi karena persediaan beras lagi banyak, n takut tumpah kalo diletakkan di atas, so saya letakkan aja di bawah. Ternyata jadi deh dibuat mainnan.

Akhirnya saya ambilkan aja beberapa gelas, kemudian saya letakkan di nampan. Saya sediakan pula beberapa wadah yang berbentuk lingkaran dan persegi. Coz ga punya wadah berbentuk segitiga, makanya saya buatkan dari kardus bekas. Jadilah ia kali ini belajar macam-macam bentuk.

Pertama ia membuat bentuk persegi, dengan membuat cap di buliran beras yang sudah diratakan. Ia terlihat senang sekali, apalagi kali ini saya welcome sekali ketika ia sedang mainan beras…..(biasanya sih…gak boleh. !!!…hehehe)

Ia paling suka ketika adegan menghapus gambar di bulir beras. Caranya dengan menggeser-geser nampan. Jadi deh layar baru.

Kemudian ia mulai lagi mencetak dengan bentuk-bentuk yang lain. Fatih membuat bentuk lingkaran hingga memenuhi nampan. Kemudian ia menekan-nekan lingkaran itu. Penasaran dengan yang dilakukannya, lalu aku dekati ia. Belum sempat aku bertanya, Fatih sudah bilang duluan ….”Kayak mas-mas ngaji di laptop!”….OOo…ternyata ia meniru para qori’ kecil di film Qur’an by Heart ketika memencet tombol di computer. Fatih suka sekali melihat film itu, bahkan tiap hari disetel berulang-ulang. Ia sendiri yang nyetel….mulai dari mencari di folder dan membuka file-nya).

Heemm….menulis di bulir beras. Ternyata lebih asyik yah kalo belajarnya sambil bermain gini. Kemudian saya memberi contoh menulis huruf-huruf dengan jari. Pertama saya tulis huruf di bagian pojok kemudian ia menirukan. Dan ia semakin enjoy…

Heheh ….takut gosong nih masakan! Ditinggal dulu ya dik! Fatih tulis-tulis sendiri ya. Fatik asyik mencoret-coret dan berkomentar tentang apa yang ia coret…..”ini jalan kereta api,….ini ular,…ini …..”

Fatih Demam

Pekan terakhir nie Ayah Fatih banyak acara di luar. Setelah sehari semalam ada rapat di Malang, jeda satu hari harus ke Jakarta untuk beberapa hari. Biasanya sih kalo ditinggal agak lama, kami (aku dan Fatih) dipulangkan ke Jombang. Tapi kali ini aku males aja….Perjalannnya gitu loh! Jarak tempuh kurang lebih 2 jam-man, abis gitu musim hujan lagi,  lagipula aku biasanya suka ngantuk ketika dibonceng motor. Mending di rumah aja…

Semua bekal yang akan dibawa suami sudah aku siapkan, tinggal nunggu kebrangkatan aja nanti sore naik kereta.

Biasanya aku juga ada persiapan nih kalo ditinggal-tinggal. Persediaan bahan makanan, karena mungkin aku ga akan sempat untuk belanja selama ditinggal kecuali terpaksa, lilin plus korek…jaga-jaga kalo lampu mati, apalagi di musim hujan seperti sekarang ini, pulsa…supaya kalo ada keadaan darurat bisa menghubungi yang bisa dihubungi J. Akhirnya hanya tinggal kami berdua deh di rumah. Walopun biasanya juga sering ditinggal karena ayah lembur di kantor…..Tapi rasanya tetap beda….sepi!!

Sore itu, seperti biasa aku menyuapi Fatih. Tapi nie anak kurang begitu nafsu makan sepertinya. Memang sedari pagi makannya juga kurang begitu semangat. Minum susunya juga jarang. Ketika saya makan mie, biasanya ia juga ikutan tertarik untuk makan mie. Tetapi kali ini enggak. Ketika saya coba suapi, malah kelihatan mau muntah. Saya kasih camilan juga ga mau…

Sepertinya ia lagi ga enak badan. Saya buat aja aktivitas baca-baca untuk dia. Berbaringan di kasur sambil cerita-cerita. Tiba-tiba Fatih bilang mau muntah. Langsung aja aku gendong ia ke kamar mandi, tapi belum sempat turun dari  kasur….sudah muntah duluan. Baju, kasur, sprei semuanya kena. Akhirnya segera aku beresi semua, ganti baju, kasur dibalik, ganti seprei, dll. Aku buatkan Fatih teh hangat agar perutnya agak enakan. Alhamdulillah sudah agak mendingan…

Selanjutnya kami hanya bobok-bobok aja. Bercerita-cerita lagi, sambil aku muraja’ah surat-surat pendek untuk ia. Trus membimbing ia berdoa supaya diberi kesembuhan. Setiap kesempatan diusahakan aku ajari berdoa kepada Allah….(ketika belajar “Ya Allah, tambahkan Fatih ilmu”, ketika sakit, Ya Allah “sembuhkanlah Fatih”, atau berdoa “Ya Allah , jadikan Fatih anak sholeh” dan Alhamdulillah ia dah mulai terbiasa). Dan ketika sakitpun, sewaktu aku minta ia berdoa ia langsung nurut. Menengadahkan tangan sambil berdoa “Ya Allah, sembuhkanlah Fatih!”. Mendengar doa dari bibirnya yang mungil, membuat hatiku jadi trenyuh. Semoga Allah menjaga kami dari keburukan dan memudahkan perjalanan Ayah Fatih. Alhamdulillah ia tidak rewel di malam hari.  Walopun sebentar-sebentar bangun dan sesekali minta di usuk-usuk punggungnya kemudian tidur lagi.

Keesokan paginya ia beraktivitas seperti biasa, bermain, baca-baca, lari kesana kemari. Tapi ia masih ga mau makan. Susu juga ga minta, padahal biasanya habis bangun tidur ataupun setelah mandi ia selalu minta dibuatkan susu. Pagi itu aku beli banyak roti kemudian aku suapi dengan roti. Sengaja aku beli agak banyak karena mungkin nanti ga bisa keluar-keluar lagi khawatir kondisi Fatih keanginan. Coz saya bonceng Fatih di depan pake motor ketika beli.

Hari itu cuaca dingin, mendung mulai menggelayut. Di siang haripun akhirnya turun hujan. Di kondisi seperti ini kalo kondisi kurang fit, makan ga teratur biasanya mudah sakit. Bener deh, sore harinya Fatih demam. Ga terlihat tanda-tanda mau batuk atopun pilek. Sedikit kawatir nih kalo keadaan seperti nie terjadi di malam hari. Kalo ada temannya sih mungkin ga terlalu masalah yah, tapi pas kondisi sendirian gini jadi ada was-was kalo terjadi apa-apa. Kemudian aku persiapkan semua yang mungkin akan kubutuhkan (penurun panas, kompres, minuman hangat, minyak kayu putih dll). Buat jaga-jaga! Demam Fatih sepertinya ga tinggi , ga tahu berapa derajat karena kebetulan term yang aku punya pecah jadi lum aku kasih penurun panas. Tidur Fatih malam itu juga lumayan nyenyak walopun sebentar-bentar bangun.

Pagi hari, badannya masih demam. Ditambah lagi perutnya kembung dan mencret ketika BAB. Saya usahakan nih harus banyak makan n asupan cairan. Walopun dengan sedikit ancaman mo di bawa ke dokter, trus disuntik, trus bobok di RS akhirnya Fatih mau juga makan….(Hhehe…sebenarnya ga boleh ya pake ancam-mengancam / nakut-nakutin dokter karena ini ga akan menguntungkan banget….so jangan ditiru) J…. Seharian itu frekuensi BABnya 3 kali, masih encer juga. Tapi semoga dengan banyak makan n minum akan mulai membaik. Pagi itu aku coba kasih penurun panas. Maunya sih,kalo ada pake obat panas tradisional sampai saya bela-belain sms Ummu Yusuf kali aja tahu…. J, btw syukron ya umm tips-tipsnya.

Hari ketiga, kalo masih mencret lagi….saya putuskan untuk ke dokter. But …Alhamdulillah pagi itu ketika BAB sudah tidak encer lagi. Panasnya juga sudah mulai berkurang. Makan tetap terus dibanyakin supaya cepat pulih. Anaknya juga sudah mulai aktiv lagi. Syukur….Alhamdulillah.

Ayah Fatih beri kabar kalo malam itu sudah bisa pulang, coz urusan sudah selesai. Haah lega rasanya. Untung saja aku bisa mengatasi masa-masa sulit ketika ditinggal dengan baik, walopun mungkin ini sih belum seberapa bila dibandingkan pengorbanan hebat para ibu-ibu yang lain ketika mengalami kondisi yang mungkin lebih sulit dari yang saya alami.. Wallahul Musta’aan..

Toko Karcis

Kebersamaan dengan anak menjadi hiburan tersendiri bagi setiap orang tua. Dengan polah tingkahnya yang lucu, terkadang bikin rasa capek, penat n letih ini hilang. Celotehnya yang mengundang tawa, semakin membuat aku merasa bahwa ia adalah anugerah yang wajib disyukuri…..Ah terlalu ngalor ngidul…intinya aku mo cerita nih!!!

Sewaktu membacakan buku kereta api untuk Fatih, saya selipkan beberapa pertanyaan.
Aku  : Kalo mau naik kereta api harus kemana, Dik?
Fatih : Stasiun
Aku  : Yang nyopir kereta api siapa?
Fatih : Orang……..(pikirku ‘bener juga masak ya kambing’. Ternyata pertanyaanku salah, harus diralat nih)
Aku  : Kalo yang nyopir kereta api namanya apa?
Fatih : Masinis
Aku  : Kalo mau naik kereta beli apa dulu, Dik?
Fatih : Karcis
Aku  : Beli karcisnya di mana?
Fatih : (mikir dulu agak lama kemudian menjawab)….di toko karcis.
Aku : !?!!??!!!….betul ga ya? (Eh ternyata bisa diterima juga jawabannya, masak di toko besi 🙂
Padahal saya sudah yakin ia akan jawab loket, But kelupaan kali ya…
Baarakallahu fiik, ya walady!!!

 

Beres-beres yuk!

Senangnya melihat Fatih membereskan mainannya sehabis bermain. Satu persatu masuk ke dalam  keranjang. Building block-nya juga sudah rapi masuk dalam kantongnya. Baru kemudian ia datang kepada saya menagih janji. Sebelumnya ia ingin menggambar dengan pensil warnanya,….Eit tunggu dulu! Mainannya kan belum diberesi. Diberesi dulu yuk, habis itu boleh gambar-gambar! Pintaku….Ia pun menurut.

Dari balik jendela kaca riben aku lihat aktivitasnya membereskan mainannya. Sempat aku shoot video juga supaya aku bisa memperlihatkan padanya nanti. Biasanya ia suka sekali kalo melihatnya….di kesempatan lain kalo ia lagi beres-beres ia bilang: “Kayak Fatih di laptop.” Walopun prosesnya agak lama, karena sambil memasukkan mainan ke keranjang ia sempat aja main dengan mainan yang sedang dipegangnya sambil ngomong sendiri. Pegang mobil….(ngeng…ngeng…ngeng), pengang escavator/ mobil keruk…..(ayo…diangkat pake mobil keruk), hingga selesai lah beres-beresnya dengan bantuan mobil keruk.

Kita-kita Ibu rumah tangga tentu senang dunk, kalo melihat anak-anak mau membereskan mainannya sendiri. Setidaknya kita terbantu dengan adanya hal itu, secara pekerjaan seperti ini menguras tenaga dan waktu. Ato keadaan jadi sebalikknya….anak-anak suka bikin rumah berantakan terlebih lagi ga mau bereskan lagi. Dengan sangat terpaksa Ibupun yang memberesi sambil ngomel-ngomel. Masalah beres-beres inilah yang terkadang membuat pekerjaan Ibu tak kunjung rampung. Beres yang disini….pindah lagi anak-anak di ruangan lain mulai eksplorasinya. Nah yang begini nie yang terkadang bikin IRT stress, jenuh, dan melampiaskan kekesalannya ke anak.

Orang mungkin memaklumi keadaan rumah yang berantakan karena keberadaan anak-anak. Mainan berserakan, buku-buku berceceran, peralatan dapurpun kadang jalan-jalan entah kemana, dan lain sebagainya. Tapi coba deh kita berusaha mengubah paradigma ‘beres-beres tak lagi menjadi monopoli para orang tua terkhusus Ibu’. Anak-anak juga perlu dilatih sedini mungkin.

Kata Ida S. Widayanti, seorang penulis buku, beres-beres setelah bermain penting lho. Selain membangun karakter mandiri, disiplin, dan tanggung jawab, beres-berespun juga sangat menstimulasi kecerdasan. Saat beres-beres, anak banyak belajar hal yang penting untuk kehidupannya.

  1. Anak belajar sebab akibat. Ketika ia membuka sebuah kotak mainan dan mengeluarkannya lalu memebereskannya lagi, ia melihat bahwa segala sesuatu yang ia lakukan akan berdampak  pada lingkungan.
  2. Melatih kemampuan klasifikasi. Saat membereskan mainan kita bisa melatih kemampuan anak mengenali bentuk, ukuran dan warna benda lalu mengelompokkannya. Itulah yang dimaksud klasifikasi. Sebuah kemampuan mengasah kognisi anak sekaligus mengenalkan konsep salah dan benar.
  3. Anak belajar tentang mengawali dan mengakhiri (start and finish) sebuah kegiatan. Mereka belajar focus dan tuntas terhadap sebuah kegiatan, serta masih banyak lagi manfaat yang lain.

Masih kata beliau lagi, ada kiat-kiat mengajarkan masalah beres-beres ini pada anak.

Pertama, sejak bayi biasakan anak melihat suasana yang rapi. Penataan pakaian dan mainan yang rapi akan membuat mata anak terbiasa dan merasa nyaman dengan kerapian.

Kedua, biasakan anak-anak melihat proses beres-beres dan jelaskan pada mereka urutannya. Hindari beres-beres saat anak sedang tidur, karena anak akan menganggap segala sesuatu akan beres dengan sendirinya.

Ketiga, ajak anak-anak beres-beres segera setelah bermain. Libatkan secara bertahap dari yang paling sederhana, misalnya memasang tutup mainan atau mendorong laci mainannya.  Selanjutnya, bersamaan dengan meningkatnya usia anak, kita bisa meningkatkan keterlibatan anak dalam beres-beres lebih jauh lagi sampai ia mandiri.

Melatih kebiasaan ‘beres-beres’ sejak dini sangat banyak manfaatnya. Menurut seorang ahli pendidikan, jika anak-anak sudah terbiasa beres-beres dalam hal kongkrit -seperti mainan dan peralatan- kelak ia juga akan terbiasa beres-beres dalam hal yang abstrak. Ketika ada masalah dengan apapun ia akan segera membereskannya (menyelesaikannya). Beres-beres yuk!!!!

 

Fatih’s Activities

Mendokumentasikan kegiatan anak merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan, paling tidak kita nanti punya arsip apa saja yang sudah dikerjakan anak waktu itu. Kelak ketika ia dewasa kita bisa menunjukkan kepada anak apa saja yang telah dikerjakan anak, misalnya ketika mereka sedang membantu mencuci, membantu ibu di dapur, sehingga jadi termotivasi deh ia membantu ibunya……..Tue kan Fatih dulu suka membantu Ibu…….(.Hhahaha….Mauunya dibantu terus!!!)

Eh ternyata…aku dulu ikut Tantangan juga lho ….Itu lho Tantangan 30 Hari yang dibuat Klub Oase. Tapi akhirnya ya ga berhasil 30 hari….jadi ga dapat reward deh. Walopun reward bukan satu-satunya tujuan. Setidaknya saya juga punya dokumentasinya walo tak lengkap 30 hari…..(ga sempat upload di blog coz koneksi internet lagi dat…nyeng,). Jadi kesimpen di FB aja.

Ini dia tindak lanjutnya, mendokumentasikan aktivitas Fatih.

Ibu-ibu tentu senang dunk kalo anak-anak pada bantuin pekerjaan rumah. Walopun hasilnya mungkin tak akan seperti yang kita harapkan, tapi keinginannya meringankan pekerjaan rumah tangga kita patut diacungi jempol. Setidaknya mereka belajar banyak hal….tanggung jawab, kemandirian, ke-ideal-lan (opo kie….), kerjasama, kerapian dll.

Waktu saya lagi melipat-lipat baju,….eh Fatih ikut-ikutan juga. Di awal-awal selalu saja ia bilang…..ga bisa—ga bisa….ujung-ujungnya ia nangis (kalo tak liat ia memang  mudah putus asa dan akhirnya menyerahkannya pada saya “Ibu aja”). Dan aku selalu aku bilang….”Bisaa….tue kan bisaa!” (intinya ngompori terus……..). Jangan liat dulu deh serapi apa hasilnya (ya iyalah masak mo dibandingkan dengan hasil kita yang secara usia, skill dan pengalaman jauh lebih matang. Intinya asalkan ia mau melakukannya dulu, dah bisa dikasih nilai.

 

Abis bantu-bantu Ibunya, langsung main-main deh. Ini lagi main matching shapes. Menempatkan bentuk-bentuk sederhana lingkaran, segi empat, segitiga ke box-nya. Sukses!….Ia juga dah tahu nama bentuk-bentuknyanya.

Belajar berhitung dulu yah….pake Apple Tree. Fatih metik buah apel dari pohonnya….kemudian ditata, sambil ia bilang “kaya kereta api!!!”. Baru kemudian ia menghitungnya…..1…2…3…4…5….7…..8…9….10 ( angka 6 selalu saja terlewat)…jadi kalo habis angka 5 saya bantu ia mengawalinya dengan huruf “e” dengan penekanan supaya ga terlewat. Abis tue ia pasang lagi buah apel di pohonnya. Sengaja buat Pohon Apelnya bisa dibongkar pasang, jadi pake kancing cetet. Aktivitas nie membantu anak melatih motorik halus dan juga konsentrasi.

 Dah dulu yah! Tar dilanjut lagi…..