Serangan Kedua ( Ternyata memang Campak)

Seminggu sepulah dari RS, Alhamdulillah Fatih dah kembali pulih. Ya Allah engkau telah mengembalikan keceriaan putra kami. Semoga Engkau senantiasa menjaganya. Senang rasanya! Weh…. Fatih doyan sekali makannya. Ga seperti biasanya deh…..langsung deh saya grojok sama makanan supaya badannya lekas pulih kembali. Ia dah bisa berlari-lari, memanjat, dan lain-lain. Dah sehat pokoknya.

Kepikir ngajak jalan-jalan Fatih. Akhir pekan nie ayahnya ada acara mo beli tas, soalnya ransel yang biasanya beliau buat kerja dah usang. Sekalian refresing ngajak saya n Fatih….hehe. Berangkat sih agak pagi, supaya ga kepanasan tar di jalan. Langsung deh menuju ke Toko yang dah lama diincer-incer. Abis beli langsung pulang aja….Cuma memang hari itu lumayan cerah, mataharipun cepat sekali memanggang……wuih…panas.

Sampai di rumah langsung bobok-bobok, n akhirnya semua tertidur.

Keesokan harinya kok saya rasakan Fatih demam lagi. Panas tinggi hingga 39 derajat,kayak sebelum-sebelumnya. Weh….jadi khawatir nih, baru aja sembuh. Dalam hati saya nyesel deh ngajak Fatih muter-muter sehari sebelumnya….Gini deh jadinya. Akhirnya saya beri penurun panas. But kalo reaksi obatnya dah ilang, demam lagi. Hingga sampai 4 hari, gejalanyapun sama seperti sakit yang pertama, tapi kali ini disertai batuk pilek..Kemudian muncul ruam-ruam di seluruh tubuh hingga wajah. Saya buka lagi file disini. Akhirnya saya periksakan ke dokter yang lain, dan bertanya memastikan kalo itu campak.  Dan iya mengiyakan…..tue kan?? Akhii rnya dokter hanya memberikan obat batuk sama penurun panas aja, karena kalo kena campak yang perlu ditanggulangi adalah penyakit sampingannya Misal batuk, pilek diare or panasnya. Kalo dihitung-hitung lamanya 10 hari Fatih dah sembuh.Alhamdulillah. Ternyata sakitnya dari awal memang campak….^_^

Ini saya copas artikel dari link di atas:

Campak/ Gabag

Penyakit Campak (Rubeola, Campak 9 hari, measles) adalah suatu  infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramyxovirus.

Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada.

Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.

 Penyebab

Campak, rubeola, atau measles adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular atau infeksius sejak awal masa prodromal, yaitu kisaran 4 hari pertama sejak munculnya ruam. Campak disebabkan oleh paramiksovirus ( virus campak). Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak (air borne disease). Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.

Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun). Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah: – bayi berumur lebih dari 1 tahun – bayi yang tidak mendapatkan imunisasi – remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.

Gejala

  1. Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa: – Panas badan – nyeri tenggorokan] – hidung meler ( Coryza ) – batuk ( Cough ) – Bercak Koplik – nyeri otot – mata merah ( conjuctivitis )
  2. 2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik). Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala diatas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai memudar.
  3. Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40° Celsius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.
  4. Demam, kecapaian, pilek, batuk dan mata yang radang dan merah selama beberapa hari diikuti dengan ruam jerawat merah yang mulai pada muka dan merebak ke tubuh dan ada selama 4 hari hingga 7 hari.

Komplikasi

Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat serius. Beberapa komplikasi yang bisa menyertai campak:

  1. Infeksi bakteri : Pneumonia dan Infeksi telinga tengah
  2. Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga pendeita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan
  3. Ensefalitis (inteksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan ruam kulit yang khas.

Pemeriksaan lain yang mungkin perlu dilakukan: – pemeriksaan darah, pemeriksaan darah tepi – pemeriksaan Ig M anti campak – Pemeriksaan komplikasi campak :

  • enteritis
  • Ensephalopati,
  • Bronkopneumoni

Pengobatan

Tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Anak sebaiknya menjalani tirah baring. Untuk menurunkan demam, diberikan asetaminofen atau ibuprofen. Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik.

Pencegahan

Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas.

Jika hanya mengandung campak, vaksin dibeirkan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.

selain itu penderita juga harus disarankan untuk istirahat minimal 10 hari dan makan makanan yang bergizi agar kekebalan tubuh meningkat.

Waktu Inkubasi

Waktu terpapar sampai kena penyakit: Kira-kira 10 sampai 12 hari sehingga gejala pertama, dan 14 hari sehingga ruam muncul. Imunisasi (MMR) pada usia 12 bulan dan 4 tahun. Orang yang dekat dan tidak mempunyai kekebalan seharusnya tidak menghadiri sekolah atau bekerja selama 14 hari

Waktu pengasingan yang disarankan

Disarankan selama sekurang-kurangnya 4 hari setelah ruam muncul.