Fun with Bulir Beras

Pada hari ketiga Alhamdulillah demam Fatih sudah mulai turun. Makanya ga ada rencana lagi untuk periksa ke dokter. Setelah saya mandikan pakai air hangat, ia sudah beraktivitas lagi seperti biasa. Hari ini sudah bisa mulai masak (Masak ayam goreng aja, yang paling mudah).

Selama saya beraktivitas di dapur, Fatih juga ubek aja di dapur….Katanya bantu-bantu Ibu! Hehe…padahal ga dibantupun mungkin malah lebih cepat selesai. Ia sibuk sendiri dengan panci-pancinya. Ia juga paling suka main-main dengan beras. Sebelum-sebelumnya memang tempat beras saya letakkan di atas jauh dari jangkauannya. Tetapi karena persediaan beras lagi banyak, n takut tumpah kalo diletakkan di atas, so saya letakkan aja di bawah. Ternyata jadi deh dibuat mainnan.

Akhirnya saya ambilkan aja beberapa gelas, kemudian saya letakkan di nampan. Saya sediakan pula beberapa wadah yang berbentuk lingkaran dan persegi. Coz ga punya wadah berbentuk segitiga, makanya saya buatkan dari kardus bekas. Jadilah ia kali ini belajar macam-macam bentuk.

Pertama ia membuat bentuk persegi, dengan membuat cap di buliran beras yang sudah diratakan. Ia terlihat senang sekali, apalagi kali ini saya welcome sekali ketika ia sedang mainan beras…..(biasanya sih…gak boleh. !!!…hehehe)

Ia paling suka ketika adegan menghapus gambar di bulir beras. Caranya dengan menggeser-geser nampan. Jadi deh layar baru.

Kemudian ia mulai lagi mencetak dengan bentuk-bentuk yang lain. Fatih membuat bentuk lingkaran hingga memenuhi nampan. Kemudian ia menekan-nekan lingkaran itu. Penasaran dengan yang dilakukannya, lalu aku dekati ia. Belum sempat aku bertanya, Fatih sudah bilang duluan ….”Kayak mas-mas ngaji di laptop!”….OOo…ternyata ia meniru para qori’ kecil di film Qur’an by Heart ketika memencet tombol di computer. Fatih suka sekali melihat film itu, bahkan tiap hari disetel berulang-ulang. Ia sendiri yang nyetel….mulai dari mencari di folder dan membuka file-nya).

Heemm….menulis di bulir beras. Ternyata lebih asyik yah kalo belajarnya sambil bermain gini. Kemudian saya memberi contoh menulis huruf-huruf dengan jari. Pertama saya tulis huruf di bagian pojok kemudian ia menirukan. Dan ia semakin enjoy…

Heheh ….takut gosong nih masakan! Ditinggal dulu ya dik! Fatih tulis-tulis sendiri ya. Fatik asyik mencoret-coret dan berkomentar tentang apa yang ia coret…..”ini jalan kereta api,….ini ular,…ini …..”