Pelajaran Berharga

Pernah kan kita orang tua merasa kewalahan menjawab pertanyaan anak-anak yang mungkin kita menganggapnya simple tapi ternyata butuh jawaban cerdas (tepat dan mudah dipahami oleh anak-anak).Mungkin saja kita tahu jawabannya tapi kesulitan untuk membahasakan kepada anak supaya mudah dimengerti dan ini memerlukan ketrampilan khusus (pemilihan kata, konsep sederhana, dll). Atau adakalanya  kita tidak tahu jawabannya, tetapi tetap harus punya trik untuk menyiasatinya. Ga ada salahnya bilang enggak tahu, tetapi harus ada follow up-nya, misalnya “Coba tar cari di buku ya!”.   Keingintahuan anak, kepolosan anak, dan gaya khas anak-anak mendorong mereka melontarkan celoteh-celoteh yang tak terduga tak terkira oleh orang dewasa. Sebenarnya itu penting, karena hal itu jalan mereka membuka gerbang pengetahuan.

Sehabis shalat Isya’ kami mengajak Fatih jalan-jalan naik motor. Seperti biasanya ia duduk di depan bersama ayahnya. Kalo di posisi seperti ini Fatih punya banyak kesempatan untuk melihat apa yang ditemuinya, dan berkomentar apapun yang dilihatnya. Dan biasanya kalo dengan posisi Fatih tidak berada diantara kami, saya lebih banyak diamnya. Coz sudah terlalu sibuk Ayahnya meladeni celoteh Fatih. Ayahnya Fatih suka bingung kalo dua-duanya (aku dan Fatih) ngomong. Dan saya juga sering miscom dengan jawaban ayah (kirain sedang ngobrol sama  aku,….eh ternyata dengan Fatih). Akhirnya ayahnya berkomentar “Kewalahan aku ngladeni arek loro iki…” hihihi

Ketika kami melewati tepian sungai, Fatih senang ketika melihat ada gelombang air yang ditimbulkan karena lomptan ikan.

Fatih: “Eh …ada ikan, Yah!”

Ayah: “O…iya. Ikannya nyamul-nyamul.”

Fatih: “Kok malam-malam Ikan enggak bobok?” (Hehe…pertanyaan cerdas bukan. Perlu jawaban cerdas plus ilmiah juga)

Ayah: “Ya ..bobok, Dik. Semua hewan bobok. Kambing bobok, ayam bobok, sapi bobok, ikan juga bobo. Tapi boboknya enggak kayak Fatih. Nggak pakai bantal, ga pakai kasur …..(Hehehe…jawaban ga ilmiah blas). Kalo Fatih bobok enggak?

Fatih: “Fatih bobok…….(berfikir sejenak) Ikan enggak meyem?….(maksudnya merem)

Ayah: “ Enggak,…!!!???!!! Kalo merem ya dimakan ikan besar.” (Saya yang di belakang hanya senyum-senyum aja….Dasar Ayah!!!!)

Tema pembicaraan sudah ganti lagi, karena sepertinya Ayah Fatih berusaha mengalihkan perhatian Fatih untuk tidak bertanya lebih jauh tentang kaifiyat tidurnya ikan….(Hhehe…lum tahu jawaban ilmiahnya, daripada njawabnya ngawur…..). Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya Fatih tanya ini itu. Bercerita macam-macam. Ternyata lucu juga mendengar obrolan dan celoteh Fatih.

Sesampainya di rumah ternyata sudah larut malam. Kami sudah mulai ngantuk, tetapi tetap ada jadwal membacakan buku untuk Fatih sebelum tidur. Fatih selalu minta dibacakan buku sebelum tidur. Saya bacakan buku yang kebetulan ada hubungannya dengan pertanyaan Fatih tentang “Kaifiyat tidurnya ikan”…. J

(Hehe…jadi tahu juga nih gimana sih tidurnya ikan). Setiap makhuk hidup perlu tidur untuk istirahat, Walau sepertinya ikan tidak pernah tidur, coz kita ga pernah melihat mata ikan terpejam. Tetapi ikan juga tidur lho untuk istirahat. Istirahatnya ikan dengan cara membenamkan diri ke pasir atau berdiam diri diantara bebatuan. Mata ikan tidak punya kelopak, sehingga ketika tidurpun mata ikan tidak pernah terpejam. Makanya seolah-olah kita tahu bahwa ikan tidak pernah tidur. Kemudian saya tunjukkan dan jelaskan mana itu kelopak mata. Alhamdulillah ia paham, kemudian berkata “ Fatih ada kelopaknya” (sambil ia mengedip-ngedipkan matanya).

Ternyata pertanyaan spontan yang dilontarkan anak membuka jalan kita sebagai orang tua untuk terus belajar…belajar dan belajar. Anak-anak bertanya tentu ada maksudnya bukan sekedar main-main. Mereka bertanya karena benar-benar ingin tahu. Kepolosan mereka bukan dibuat-buat, melainkan karena begitulah gaya khas mereka. Dan sudah seharusnya kita memberikan respon positif atas apa yang ditanyakan atau dilakukannya, dengan tidak mengesampingkan jalan perbaikan jika perkataan ataupun tindakannya dirasa tidak baik.

Alla kulli hal. Kami mendapatkan pelajaran berharga dari perjalannan tadi. Pelajaran berharga yang tak mungkin kami dapat kecuali dengan memperhatikan dan merenungi penciptaan Allah Yang Maha Pencipta.