Di Balik Perempuan Hebat

Sudah terlalu sering kita mendengar mutiara kata ‘Dibalik Laki-laki hebat, ada perempuan hebat’. Dibalik kesuksesan anak ada seorang Ibu yang telah mencurahkan perhatiannya kepadanya. Dibalik suami yang hebat ada seorang istri yang senantiasa mendukung perjuangan suaminya. Dan hal itu sudah banyak terbukti. Dibalik kesuksesan seorang laki-laki ada wanita-wanita tangguh yang senantiasa memberi semangat dan dukungan. Tetapi bagaimana halnya dengan dukungan seorang laki-laki untuk kesuksesan wanita. Dukungan suami untuk istrinya, akankah sama halnya?

Pernikahan merupakan sarana menjembatani perbedaan-perbedaan laki-laki dan perempuan . Berangkat dari persamaan pandangan bahwa pernikahan bertujuan untuk menjadikan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah, tapi seiring dengan bergulirnya waktu akan banyak perbedaan yang didapati oleh sepasang suami istri. Mulai dari hobi, keahlian, hingga sampai pada pola berpikir. Tapi hal itu adalah wajar, hanya perlu penyesuaian antara keduanya. Dan bisa jadi perbedaan itu menjadi pelengkap satu sama  lain.

Sepasang insan yang mengayuh biduk rumah tangga semestinya bisa saling mendukung. Ketika seorang istri sudah berusaha maksimal memberi dukungan pada setiap langkah baik suami, seyogyanya begitu sebaliknya dengan dukungan suami terhadap istrinya. Adanya pemahaman untuk saling mendukung untuk mengembangkan potensi tentu bisa menguatkan hubungan antar keduanya. Sebuah kesuksesan tak berarti tanpa dukungan dari pasangan.  Kesuksesan istri tak hanya dipandang bagaimana kiprahnya di luar rumah saja. Karena dari dalam rumahpun seorang istri bisa meniti karirnya. Potensi yang dimiliki istripun selayaknya bisa dikembangkan.

Dukungan suami tentu tak melulu dengan hanya mengizinkannya berkarir di luar rumah, tapi lebih pada bagaimana seorang istri bila mengembangkan potensinya di dalam rumah. Bagi kebanyakan muslimah, tentu lebih menyukai ia tetap bisa mengurus rumah dengan segala tetek bengeknya tetapi juga bisa menyalurkan bakatnya. Misalnya, seorang istri yang punya bakat menulis bisa melakukan kegemarannya menulis di sela-sela kesibukannya mengurus anak dan suami.

Ketika suami melihat bakat istri yang pandai memasak, hadiah seperangkat alat memasak ataupun buku resep akan sangat berarti untuk mengembangkan hobinya. Bahkan pujian terhadap istripun bisa menjadi motivasi bagi sang istri. Maka tak salahnya seorang suami melihat potensi istri sebagai sesuatu yang perlu dikembangkan, apalagi jika itu nanti mendatangkan banyak manfaat. Misalnya menambah income, meningkatkan kreatifitas istri, dll masih buanyak lagi…

Mendidik anakpun perlu dukungan dari suami, dan tak semestinya suami berlepas tangan. Ketika suami tak bisa turun langsung karena kesibukannya mencari nafkah, maka kebutuhan akan pendidikan istri dan anak-anaknya harus dipenuhi.Ketika  Kehausan akan ilmu dan wawasan menuntut perempuan untuk lebih kreatif, bisa jadi menghadiahkan buku-buku parenting akan sangat bermanfaat.

Eh….saya ga bilang dukungan disini hanya berupa materi/ sarana prasarana. Karena dengan memberikan waktu serta ruang khusus kepada istri untuk melakukan kegemarannya juga sebuah bentuk dukungan. Anggaplah itu sebuah “me time” untuk istri.

Maka lahirkan permepuan-perempuan hebat dari rumah. Lahirkan perempuan-perempuan yang cakap mengurus rumah, mendidik anak. Lahirkan perempuan yang kreatif, berkarya dan kerkarir tanpa harus meninggalkan tugas dan kewajibannya dalam rumah tangga. So, para suami jadikan istrimu perempuan-perempuan hebat!!!