Membaca Bagi Anak Balita

Fatih kecil sibuk mempersiapkan mejanya, kursi kecilnya dan juga buku-buku yang ingin dibacanya. Memilih tempat yang di sukainya (teras depan rumah) untuk memulai aktivitasnya. Alhamdulillah, ia mempunyai ghirah yang besar terhadap aktivitas yang satu ini. Dan semoga aktivitas ini akan menjadi kegemarannya kelak hingga ia dewasa. Kami memang lebih suka membelikan ia buku daripada mainan, walopun ia juga punya banyak mainan, karena yang namanya anakpun juga suka dengan yang namanya mainan dan bermain, dan itu adalah fitrah anak-anak.

Kalo tak salah pertama kali saya membelikannya buku (board book) ketika usia 9 bulan, walo sebenarnya usia dibawah itupun orang tua sudah boleh memperkenalkan aktivitas membaca ini. Saat ini sudah ada buku khusus untuk bayi (baby book), memang  tidak seperti buku pada umumnya yang terbuat dari kertas. Biasanya terbuat dari bahan kain yang lembut yang aman untuk bayi, dan yang pasti colourfull karena bayi lebih tertarik dengan warna-warna yang mencolok. Tapi kalo masih susah ngedapatinnya, orang tua bisa membuat sendiri lho…..pake kain flanel.

Berbicara tentang bagaimana mengajari anak membaca khususnya balita, mungkin yang ada di benak kita dengan mengeja huruf  ‘b… u = bu, k…u = ku, buku’. Ah itu sudah model lama. Metode yang digunakan waktu saya SD dulu. Mengajari bayi/anak balita membaca tidak sekedar mengeja huruf demi huruf, kemudian merangkainya menjadi kata hingga kemudian menjadi sebuah kalimat, bukan seperti itu. Mungkin belum sampai pada taraf seperti itu, namun bagaimana kita mampu merangsang minat bacanya sehingga menjadikan ia menyukai aktivitas membaca dan menyukai  buku.

Kalo saja minat baca anak sudah tertanam sejak kecil, pastilah orang tua tak perlu repot-repot menyuruh apalagi  memaksa anak-anak untuk membaca buku. Karena dengan kesadaran dan fitrah anak yang penuh ingin tahu mendorong mereka untuk menggali informasi dari buku. Ada beberapa alasan mengapa orang tua perlu mengenalkan buku dan aktivitas membaca sejak dini bahkan di usia bayi sekalipun. Berikut manfaat membaca kan buku untuk anak, Saya rangkum  dari sini dan sini

  • Menumbuhkan minat baca seumur hidup. “Mengajak anak-anak secara aktif terlibat dalam proses membaca, dan membuat mereka berinteraksi dengan orang dewasa, adalah kunci untuk menumbuhkan minat dalam membaca,” ujar BeAnn Younker, Kepala Sekolah di Battle Ground Middle School, Indiana, Amerika Serikat.
  • Meningkatkan kemampuan berbahasa. Saat kita membacakan buku pada bayi/ anak, mereka belajar suara dasar, pola dan ritme suara untuk berbicara, perbendaharaan kata, arti kata dan konteks penggunaannya. Sehingga  membantu anak-anak mengenal bahasa dan mempercepat perkembangan bicara.
  • Melatih memusatkan perhatian khususnya mendengar dan mengingat. Dengan menggunakan macam-macam suara untuk berbagai karakter, Kita membantu anak belajar aturan dasar komunikasi percakapan, yaitu, bila ada orang berbicara, orang lain mendengarkan. Begitu sebaliknya.
  • Memeperluas wawasan dan informasi. Meski awalnya bayi/ anak belum bisa mengikuti cerita atau dialog, secara bertahap bayi akan belajar menghubungkan antara gambar, peristiwa, tindakan dan obyek dengan kata-kata yang digunakan untuk mendeskripsikannya. Anak juga akan belajar obyek, warna, angka, bentuk dan penjelasan yang membantunya memetakan lingkungan, misalnya, bagaimana cara menggunakan obyek tertentu dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mempererat hubungan  sosial dan emosional. Kebersamaan yang tercipta saat kita membacakan cerita memberi anak rasa aman, dicintai dan diperhatikan. Anak-anak dan orangtua dapat menggunakan waktu membaca sebagai bonding time (memperkuat kedekatan). Ini kesempatan yang sangat baik untuk berkomunikasi langsung dengan mereka. Orangtua juga bisa memberikan perhatian secara maksimal pada anak. Selain itu, ekspresi dan intonasi suara Anda mengajarkannya rupa-rupa emosi manusia.
  • Membaca sangat bermanfaat untuk Perkembangan kognitif anak, sehingga mereka bisa  memahami lingkungan dan perannya dalam lingkungan itu.
  • Berdasarkan data dari National Center for Education Statistics di Amerika Serikat, anak-anak yang orangtuanya rajin membacakan buku kepada mereka cenderung untuk menjadi pembaca yang lebih baik dan pintar di sekolah.
  • Membaca untuk anak-anak yang lebih tua membantu mereka memahami tata bahasa dan struktur kalimat yang benar.
  • Rasa ingin tahu, kreativitas dan imajinasi semua dikembangkan ketika sedang membaca.

 

Sampai saat ini, saya memang belum  mengajari Fatih membaca dalam konteks membaca tulisan, tapi baru sekedar merangsang minat bacanya hingga saatnya ia mempunyai kesiapan untuk benar-benar belajar membaca (Ready readness). Oleh karenanya penting bagi orang tua untuk memberikan motivasi dan juga tindakan untuk  merangsang minat baca anak-anak. Berikut kiat-kiat yang bisa dilakukan orang tua:

  1. Membuat jadwal rutin membaca buku. Misalnya ketika akan tidur atau di waktu-waktu senggang dimana ia merasa rileks. Waktu yang paling baik untuk membacakan buku adalah saat anak menjelang tidur. Sisihkan 15 menit sampai 20 menit untuk mebacakannya karena pada saat inilah daya ingat anak semakin kuat
  2. Memberi hadiah buku. Biasanya ketika kami pergi ke toko buku, kami memilihkannya sebuah buku. Terkadang ia milih sendiri, but tetap saya sensor untuk memastikan buku tersebut bagus (dari segi isi, jenis tulisan, tampilan dan yang pasti bermanfaat ).
  3. Membuat buku sendiri. Kalo hal yang satu ini, saya baru membuatkan sebuah mini book aja. Ada ide sih mo buat buku bertema, misalnya transportation, keluarga, dll yan sesuai dengan tema pembelajaran anak usia dini.
  4. Memilihkan buku yang colourfull. Anak-anak lebih suka buku yang warna-waninya menarik daripada buku yang hanya berisi tulisan.
  5. Bacakan buku dengan keras dan ritme yang tidak monoton. Usahakan seekspresif mungkin. Gunakan intonasi suara sesuai karakter tokoh yang ada. Kita juga dapat menggunakan bahasa tubuh yang sesuai aatau melakukan efek drama seperti tertawa, berbisik, menjerit atau merengek untuk membuat anak berimajinasi.
  6. Tanamkan budaya membaca di rumah kita, dan menjadikan “membaca buku’ adalah suatu kebutuhan. Kapanpun kita merasa butuh akan informasi, jadikan membaca sebagai upaya untuk menggalinya. Anak akan lebih terbiasa membaca jika kita sering membacakan buku yang menarik kepada anak kita yang masih kecil

 

Yuk, mulai biasakan anak membaca buku mulai dari sekarang!