Toilet Training

Bersyukur rasanya, sekarang saya bisa mengucapkan selamat tinggal untuk diapers. Kalau selama ini Fatih harus mengenakan diapers all day long and all night, alhamdulillah saat ini sedikit demi sedikit ia sudah tidak memakainya lagi, kecuali kalau lagi perjalanan. Toilet training yang selama ini saya terapkan untuk Fatih sedikit banyak bisa dikatakan berhasil. Ia sudah tidak ngompol atau pupu di celana/diapers.

Ketika anak sudah mampu untuk duduk sendiri, orang tua sudah bisa memberikan toilet training pada anaknya. Ini juga saya terapkan ketika ia sudah mampu untuk duduk. Tapi ternyata sulit. Ketika ada tanda ia mau pup, saya membawanya ke kamar kecil. Setelah saya tunggu beberapa lama, ia tak jadi pup. Bosan kali ya… Ia lebih tertarik bermain air di bak mandi. Lagipula Fatih termasuk orang yang ga bisa nunggu lama-lama, pinginnya terus aktif bergerak. Di dukung lagi ibunya yang kurang sabaran… jadi ga berhasil….nie.

Dengan semakin berkembangnya kemampuan berbicara Fatih, semakin memudahkan ia berkomunikasi dengan saya ketika ia ingin buang air kecil atau pupu. Biasanya ia berkata ‘pipis’ kalau ingin buang air kecil atau berkata ‘nenek’ kalau hendak pup. Tapi itupun juga jarang, soalnya ia keburu ngompol sebelum Ia bilang pipis. Nah,untuk menyiasatinya, saya ajak dia ke kamar kecil dan berkata padanya “Fatih pipis dulu ya, supaya tidak ngompol!”. Alhamdulillah, sampai saat ini ia tidak pernah menolaknya, dan ketika berada di kamar kecil, ia benar-benar berusaha untuk pipis walaupun terkadang hanya sedikit. Biasanya ini saya lakukan berselang 2 jam sekali, juga sebelum dan sesudah bangun tidur.

Untuk PUP biasanya saya bisa mengetahuinya melalui tanda-tanda. Ketika ia berada dalam posisi jongkok yang berlama-lama dan kelihatan berusaha mengejan. Raut mukanya juga terlihat serious sekali, tandanya ia mau pup. Dengan melihat tanda seperti itu, saya kemudian membawanya ke kamar kecil, kemudian mendudukkan ia di closet dengan posisi jongkok pula. Di sela-sela pup-nya itu ia terkadang berceloteh “bau’….hehe….

Selain toilet training, saya sertakan pula mengajari ia adab ketika ke kamar kecil. Membaca doa sebelum masuk dan keluar kamar mandi. Tak boleh banyak bicara….(Tapi ya namanya anak-anak baru belajar bicara apa saja ya ditanyakan). Ia tanya “Apa?” (sambil nunjuk tembok, nunjuk kastok, lampu, cipratan air, dll). Moment di kamar mandi jadi ajang tanya jawab…

Ah, lucunya Fatih. Saya selalu terkesan mendapati ia belajar sesuatu yang baru. Masya Allah, ia sudah semakin tumbuh dan berkembang dari hari ke hari.