Menjadi Pendidik Ideal

Setiap orang tua adalah pendidik bagi putra-putrinya. Sudah barang tentu mereka dituntut untuk berusaha menjadi pendidik yang ideal buat mereka. Saya tulis catatan ini sebagai pengingat ketika saya sudah ada tanda-tanda kehilangan arah dan tujuan dalam mendidik anak, atau ketika saya kehilangan kesabaran dalam menghadapi perilaku mereka, atau ketika saya ingat bahwa saya telah mengabaikan mereka.

Sebuah catatan yang mungkin bisa menjadikan saya bangkit dari kondisi seperti di atas ketika saya membacanya kembali. Catatan yang bisa mengingatkan saya akan tujuan saya mendidik.Saya katakan berikut ini adalah bekal-bekal “Pendidik Ideal”, semoga saya senantiasa berusaha menjadi pendidik ideal bagi anak-anak saya kelak.

Taqwa
Ketaqwaan adalah modal dasar yang harus dimiliki seorang pendidik. Dengan berbekal taqwa, seorang pendidik akan memahami untuk apa sebenarnya ia mendidik anak-anaknya. Niat yang ikhlas untuk memperoleh Ridho Allah ta’ala memacu orang tua senantiasa menjaga dan melindungi putra dan putrinya dengan baik. Yaitu dengan cara, taat kepada Allah Ta’ala, yang dengan ketaatan kepada-Nya mengharuskan seseorang mengetahui hal-hal yang Allah wajib untuk ditaati di dalamnya. Dan hal ini tidak bisa diketahui kecuali dengan pengajaran dari pendidik yang bertaqwa. Sudah kewajiban orang tua untuk mengajari, membina , membimbingnya dan membawanya kepada ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, dan menjauhkan daripadanya dari segala hal yang menyeret kepada kekafiran, kemaksiatan.

Mempunyai Kasih Sayang dan BerlemahLlembut
Anak merupakan anugerah bagi sepasang suami istri. Mereka adalah hadiah yang patut disyukuri. Oleh karenanya, memberikan kasih sayang kepada mereka merupakan suatu kewajiban.Tidak ada orang tua yang tega menerlantarkan, menyakiti bahkan membunuh anaknya kecuali mereka yang telah dicabut rasa kasih sayang dari hatinya. Namun apa yang kita lihat di jaman ini? Bagaimana seseorang bisa menghilangkan nyawa darah dagingnya sendiri dengan dalih takut tidak bisa memberinya makan. Atau karena kemiskinan menjerat mereka, mereka menjual anak-anak mereka. Padahal Allah telah menjamin Rizqi setiap hambanya

Berlemah lembut kepada anak bisa menumbuhkan perasaan yang aman dan dihargai keberadaannya. Kelemahlembutan akan menambah kedekatan emosiaonal orang tua dan anak sehingga mereka akan lebih terbuka. Lemah lembut bukan berarti selalu memanjakan dan menuruti segala kemauan anak, sehingga perlakuan tersebut akan lebih merusak akhlaq dan kepribadian mereka. Berlebihan memanjakan (over indulgent) akan menjadikan anak tidak mandiri dan cenderung memiliki sifat egois. Sehingga orang tua harus dapat menempatkan kapan harus bersikap tegas dan kapan berlemah lembut.

Kesabaran yang panjang
Pada kenyataannya mendidik anak memerlukan kesabaran yang luar biasa. Kesabaran yang panjang hingga bertahun-tahun dari buaian sampai kelak mereka beranjak dewasa dan bahkan ketika mereka sudah menikah sekalipun. Orang tua akan selalu diuji dengan perilaku mereka. Dengan tidak berbekal kesabaran, bisa jadi orang tua akan kehilangan keikhlasan dalam mendidik anak-anak mereka. Kesabaran seseorang tidak tumbuh dengan sendirinya, akan tetapi perlu dilatih dan dipupuk.

Kemauan untuk terus belajar.
Sejatinya mendidik anak memerlukan banyak ilmu, Yang paling utama adalah bekal ilmu agama. Selebihnya banyak hal yang perlu diketahui oleh seorang pendidik, seperti kesehatan, psikologi anak, tahap-tahapan tumbuh kembang anak, dan masih banyak lagi. Bisa jadi bekal yang kita miliki sekarang belumlah cukup untuk melawan tantangan arus jaman saat ini. Oleh karenanya kemauan keras untuk terus belajar harus menjadi prioritas bagi pendidik, mengingat tantangan jaman akan semakin komplek. Memperbanyak informasi tentang banayk hal tentang ilmu agama, pendidikan anak, informasi teknologi (manfaat dan bahaya, serta penanggulangan jika hal itu sudah berdampak buruk) menjadi suatu perkara yang wajib, karena anak bisa jadi lebih cepat mempelajari hal-hal yang baru disebabkan sifat keingintahuannya yang besar dan ketertarikannya dengan hal yang baru.

Mendoakan Kebaikan
Salah satu ciri pendidik ideal adalah selalu mendoakan kebaikan untuk anak, bahkan ketika anak berperilaku buruk sekalipun orang tua harus tetap mendoakan dengan doa yang baik. Karena doa merupakam kunci keberkahan untuk setiap amalan. Setiap orang tua hendaknya memahami kekuatan doa mereka bagi putra-putrinya, sebagaimana hadist dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda:
“Ada tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan, yaitu doa orang yang teraniaya, doa orang yang sedang bepergian dan doa orang tua atas anak.”

Inilah catatan yang aku rangkum sebagai bekalku menjadi pendidik. Dan hanya kepada Allah tempatku memohon pertolongan.
Ya Allah…..Bantulah aku untuk berdzikir kepada-Mu, untuk bersyukur kepada-Mu dan beribadah dengan baik kepada-Mu…
Ya Allah…..Tumbuhkanlah rasa kasih sayang di hati kami, lembutkanlah hati kami…. Dan Luaskanlah kesabaran kami…
Ya Allah…Berikanlah manfaat apa yang telah aku pelajari, dan ajarilah ilmu yang bermanfaat untukku…..
Ya, Allah…. Kabulkanlah doaku!
Aamiin….

Dinukil dari:
Minhajul Muslim, Abu Bakr Jabir Al Jazairi
Majalah As Sunnah Edisi 07/VIII/1425H/2004M