Renungan untuk Ibu

Ibu adalah sosok yang punya banyak peran dalam membentuk manusia. Jika ada seorang yang punya tanggung jawab besar dalam mendidik anak, pengorbanan dalam membesarkannya dan dengan penuh kasih sayang merawatnya, maka ia adalah Ibu. Setiap orang yang dilahirkan ke dunia berhutang padanya. Bahkan jika seorang anak menjadi bintang bersinar di dunia dan menjadi besar namanya , tak lain karena kesabaran dan pengorbanan seorang Ibu.

Seorang Ibu ibarat batu pertama sekaligus pondasi bagi sebuah rumah. Jika pondasi dirancang kokoh, maka bangunan yang ditopangnya akan kokoh pula. Sebuah bangunan merupakan satu kesatuan yang terkait, maka keterikatan antara setiap bagian menjadi hal yang perlu diciptakan. Hubungan keterkaitan antara ibu dan anak didasari cinta, dan bahwasannya hubungan antara Ibu dan anak merupakan ikatan cinta yang abadi dan tidak akan terputus.

Pada hakikatnya menjadi Ibu sekaligus pendidik bukanlah perkara mudah, namun bukan juga perkara yang impossible. Karena pada kenyataannya mendidik anak perlu kesabaran bertahun-tahun, perlu pengorbanan yang tak tanggung-tanggung, perlu energi berlebih karena pekerjaan ini menguras banyak tenaga dan fikiran. Bahkan pekerjannya seakan tak pernah berhenti dengan berlalunya siang atau larutnya malam. Kelelahan demi kelelahan seperti tak dirasakan walaupun tubuh tak kuat menopang penat. Tak ada yang membuatnya lebih kuat kecuali cinta dan kasih sayang terhadap anaknya.

Kalau saja manusia tahu berapa besar jerih payah Ibu dalam membesarkan anak, tentu ia akan melimpahkan banyak penghargaan pada beliau. Bukan hanya penetapan hari Ibu setahun sekali, atau serangkaian bunga sebagai wujud ungkapan kasih sayang dan cinta, atau sebongkah emas/ intan permata, karena semua itu tak bisa membayar apa yang telah diperjuangkan ibu untuk anak-anaknya. Ibu terlalu berharga untuk bisa dihargai dengan penghargaan yang hanya bisa dinilai dengan materi. Ibu tahu bahwa keberhasilan dalam mendidik buah hati hingga menjadi anak yang shaleh dan shalehah merupakan investasi dunia akhirat. keikhlasannya dalam medidik merekalah yang membuahkan pahala yang berlimpah. Dan itulah penghargaan yang ia inginkan.