Menguji Keaslian Madu

Banyak madu yang beredar di pasaran. Tak semuanya asli, banyak juga yang campuran. Asli artinya murni madu tanpa campuran apapun, kecuali air dalam kadar tertentu. Sedang madu campuran adalah madu yang telah dicampuri dengan zat-zat lain seperti gula. Yang baik tentu yang asli. Masyarakat beranggapan tertentu terhadap madu asli. Menurut mereka, madu dikatakan asli bila tidak tembus Koran, tidak dikerumuni semut, warnanya kuning tua, menyimpan gas atau udara, dan mengkristal bila diaduk dengan kuning telur.

Anggapan tersebut tidak bisa dijadikan jaminan. Misalnya, tidak dikerumuni semut. Serangga kecil ini pasti tak sudi mencicipi madu campuran, kalau pada madu tersebut diberi zat yang rasanya pahit. Demikian juga soal warna. Warna madu tergantung pada nectar atau sumber makanan lebah. Jadi, tak selamanya madu asli berwarna kuning tua.
Lantas bagaimana caranya mengetahui kemurnian madu? Nah, berikut langkah-langkahnya sehingga tidak salah dalam memilih madu.

Pertama, yang paling baik tentu dibawa ke laboratorium. Cuma, cara ini memerlukan waktu dan biaya. Atau belilah madu yang berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia). Jika label itu asli, maka madu tersebut sudah lolos dari standar nasional yang telah ditetapkan.

Kedua, ini saran Prof. DR Mappatoba, ahli madu dari Universitas Hasanuddin ,Makasar. Tuang sedikit madu ke dalam wadah, kemudian campurkan sedikit air. Selanjutnya, goyanglah perlahan-lahan. Jika membentuk sarang lebah atau hexagonal (sisinya 6), menandakan ia madu asli. Tetapi jika sebaliknya, seperti rekahan dan sebagainya, menandakan adanya campuran.

Ketiga, masukkan madu ke dalam lemari es. Lihatlah beberapa hari kemudian, jika ia membeku, berarti madu campuran.

Keempat, oleskan madu pada sebatang korek api. Lalu bakarlah. Apabila korek api dapat menyala dalam tenggang waktu sebentar, kemudian tidak menyala dalam tenggang waktu lama, maka bisa diragukan keaslian madu tersebut.

Sumber: Edisi Khusus Suara Hidayatullah “Mujarabnya Thibbun Nabawi”