Building Blocks

Kondisi rumah seperti kapal pecah kalo ‘kami’ sedang bermain. Kami disini adalah Aku dan Fatih. Karena belum ada teman bermain, aku yang selama ini menemaninya bermain. Ia sedang mengotak-atik building blocks miliknya. Ia memiliki permainan ini ketika berumur 1 tahun. Terlalu dini mungkin untuk anak seusianya…..tapi akhirnya bawa pulang lah 1 kantong.

Sepertinya ibunya yang begitu getol ngrancang-ngrancang. Buat menara, benteng, mobil-mobilan,pesawat, dll. Taraa….sudah jadi pesawat! Kemudian Fatih yang mainkan, tak seberapa lama akhirnya dipreteli satu persatu. Ya… perlu dimaklumi, anak seusianya memang punya kecenderungan merusak, membongkar, ngacak-acak. Hal itu dilakukan karena rasa penasaran dan keingintahuannya. Direspon positif aja. Lama-kelamaan kebiasaan itu akan berkurang ,

Melihat ibunya serius merancang bangun, Ia juga ikut-ikutan nyoba gabung-gabungkan 2 sampai 3 block. Butuh banyak latihan untuk melatih koordinasi gerak tangannya, karena ia seringkali meleset ketika ngepasin block di gerigi-geriginya. Kalo dah jengkel ga bisa nglepasin, kadang malah langsung dilempar begitu saja.

Selain bermanfaat untuk mengasah motorik halusnya, permainan building blocks ini bisa mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas membuat berbagai macam bentuk. Permainan seperti ini juga mengembangkan kemampuan mempersepsikan dunia spasial-visual secara akurat dan mentransformasikan persepsi dunia spasial-visual tersebut. Seperti kepekaan terhadap warna, garis, bentuk, ruang dan hubungan antar unsur tersebut.

Aku lakukan pendampingan ketika ia bermain. Soale ia pernah terpeleset karena menginjak blocks tersebut, block-block itu berceceran dilantai. Karena refleknya dalam mengontrol keseimbangan tubuhnya belum berkembang sempurna, akhirnya……bruukk! (jatuh). Makanya,kuusahakan ia bermain di atas karpet atau gabus. Untuk blocks-nya aku pilih ukurannya yang agak besar dan tidak mudah tertelan, karena terkadang ia suka memasukkan benda-benda ke dalam mulut….

2 thoughts on “Building Blocks

  1. Seru yha Fatih mainnya ^^. Kalau saya malah terbalik, saya yang sering jatuh terpeleset kena mainan brick Abbas… hehehe. Jangan ditiru yang Fatih, Abang Abbas dan Mbak Yasmin memang belum bisa konsisten membereskan mainannya setelah main.

  2. hehe…namanya juga anak. diawal-awal aja fatih suka beresin mainan ke wadahnya…..tapi abis itu dikeluarin lagi, trus ditinggal….
    buku-buku, peralatan dapur, baju-baju di lemari diseret kesana kemari….rumah jadi morat-marit…
    abang abbas dah mo sekolah ya?…

Comments are closed.