Life Record

Melihat pertumbuhan fatih dari waktu ke waktu merupakan kebahagiaan tersendiri bagiku sebagai seorang ibu. Banyak hal baru yang aku dapatkan semenjak kelahirannya. Sebagai ibu baru tentu tak mudah melakukannya sendirian. Apalagi  tinggal jauh dari orang tua yang memang telah jauh berpengalaman dalam mengurus anak. Tapi dengan ‘Bismillah’  babak baru perjalanan ini dimulai.

Canda tawanya  menjadi penghibur hati. Rasa lelah pun serasa hilang kalau melihat polah tingkahnya yang lucu. Sebuah  kebahagiaan yang tak mungkin tergantikan dengan materi. Tapi, kalo Fatih lagi terkulai lemah karena sakit, sedih rasanya. Kalo saja boleh berandai, biar aku saja yang menggantikan sakitnya agar ia tetap tersenyum.

Berusaha Tengkurap. Di usianya yang ke-3 bulan ia berusaha untuk bisa tengkurap…akhirnya, berhasil!!! Tapi ia lum bisa mengangkat kepalanya dengan tegak. Lama-kelamaan ternyata capek juga ya….kalo dah gitu mesti ia langssung nangis karena ga bisa berbalik untuk terlentang. Harus banyak-banyak latihan ya…..

Proses tumbuh kembangnya berlangsung naturally. ketrampilannya semakin bertambah. Mulai ia beusaha mengangkat tubuh karena ingin merangkak, tapi ternyata lum kuat untuk menyorongkan tubuhnya maju ke depan. Akhirnya ia merayap dulu….heehee. Usia 7 bulan ia sudah bisa merangkak. Kalo sudah merangkak, seluruh rumah di jelajahi. ia suka ngikuti ayah ibunya kalo lagi sedang mondar-mandir.

Usia 1 tahun. Ia tertatih-tatih berusaha untuk bisa berjalan. Satu….dua….tiga…empat…..lima…..(Ups…ia jatuh di langkah yang kelima, tapi tak nangis).

Sekarang ia sudah 15 bulan. Dah macem-macem polahnya.  Suka manjat-manjat. Entah itu pagar, sepeda motor, meja, bed, meja rias, de el el. Pernah juga karena  aku lengah ia jatuh dari meja rias…duh kasihan.

Ia Paling suka diajak jalan-jalan ke komplek rumah. Kalo dah dipakein sandal, dah tahu kalo mau diajak  keluar rumah. Atau kadang ia nyodorin sandal supaya dipakaikan kemudian ambil kunci gerbang sendiri. Sengaja memang gerbang selalu dikunci, soalnya ia suka keluar sendiri. Lagipula aku merasa lebih nyaman, dengan pintu pagar selalu terkunci.

Membantu Ibu. Anak kecil memang suka ngikuti apa yang dilakukan orang dewasa. Kalo lagi di dapur, coba ikut-ikutan nyalain kompor (iiihh….bahaya!), mencuci beras, menghalau kucing tetangga yang masuk…(Hehe….soale si kucing suka nguntit-nguntit di bawah kaki, jadi risih), ngacak-ngacak sendok  (pikirnya, bantu-bantu ibu merapikan gitu…), menyapu, ngepel lantai ….(tapi kok pake jilbab ibu?)….Kalo urusan pekerjaan rumah, ia bisa diandalkan….Jazakallah, Fatih!

Dan sepertinya  Ia tahu ibunya kecapekan dengan seabrek pekerjaan yang tak kunjung habis. Begitu melihat ibunya berbaring dan berkata, “Ibu dipijiti, dik?” Ia kemudian memijiti ibunya.