Karena Kau Begitu Berharga

Banyak orang menyayangkan ketika ada wanita yang memutuskan untuk mengundurkan diri dari instansi dimana ia bekerja agar bisa fokus terhadap keluarga dan mendidik anak. Ada yang berkomentar, “Jaman sekarang susah nyari kerja, ini sudah dapat tempat bagus kok malah dilepas”.

Sebagian orang berkata, kalo hanya untuk menjadi ibu rumah tangga saja tak perlu sekolah tinggi-tinggi, apalagi sampai menjadi sarjana. Sekarang saja banyak orang berlomba-lomba bersekolah untuk mecari gelar agar mudah memperoleh pekerjaan. Bahkan ada yang rela membayar berapapun untuk selembar ijazah agar meningkat jenjang karir atau golongannya, walau terkadang gelar yang ia peroleh tak sesuai dengan kapabilitas yang ia punyai.

Dalam Islam Ibu mempunyai peran yang sangat penting. Ia begitu dihargai dan dimuliakan. Ia adalah madrasah yang pertama dan utama bagi anak-anaknya. Maka tak salah kalau ia adalah orang yang terpilih dan harus menjadi orang yang cerdas. Karena di tangannya tugas mendidik anak dengan pola pengasuhan yang baik. Anak-anak merekalah yang nantinya akan menjadi generasi penerus dan pewaris Islam. Mereka ibu yang sepenuh hati mendidik dan menyiapkan para mujahid dan mujahidah.

Apa yang bisa diharapkan dari wanita karier bergelar Profesor, Doktor yang sibuk diluar rumah dengan menyerahkan tanggung jawabnya kepada orang lain dengan pola pengasuhan yang serampangan. Apa yang bisa diharapkan dari wanita yang sibuk mencari materi di luar dengan dalih agar bisa menyekolahkan anaknya di sekolah favorit karena tentu biayanya tak bisa dibilang sedikit. Bahkan ada yang lebih suka mencari uang daripada mendidik anaknya. “Mendidik anak itu susah dan lebih capek,”katanya. Belum lagi kalo anaknya rewel, susah diatur. Ah, mending cari uang untuk nggaji ‘mbak-mbak’.

Bukankah melihat proses tumbuh kembang anak merupakan nikmat yang tak bisa tergantikan dengan apapun. Mendidik anak memang bukan permasalahan yang remeh, karenanya kita butuh ilmu. Apa yang harus kita lakukan kalo anak susah makan. apa yang mesti kita jawab kalau anak bertanya ini itu. Bagaimana menyikapi anak yang pemalu, pemarah, hiperaktif, dll. Wanita apapun gelarnya, entah itu lulusan SMA, sarjana, profesor, doktor yang mengutamakan pendidikan anak-anak ditangannya merupakan tindakan yang patut diacungi jempol. Keahlian yang dimiliki adalah aset penting dalam mereka menyiapkan para pejuang-pejuang yang tangguh. Karena ibu bagi anak-anaknya adalah sangat berharga.