Belajar dan Bermain dengan Game Edukatif

Children like playing, karena dunia anak memang dunia bermain. Dengan melihat tabiat anak yang suka bermain itu, kita tak boleh melupakan bahwa mereka juga harus belajar tentang banyak hal. Bukan berarti kita melarang mereka bermain dan memaksa untuk belajar, tetapi kita harus mencari celah bagaimana menjadikan suasana bermain menjadi saat-saat yang tepat untuk menggali dan mengembangkan potensinya.

Salah satu karakter belajar anak adalah dengan bermain. Sekolah rumah yang kita upayakan tidak serta merta hanya menjadikan anak punya kemampuan menghafal atau mengerjakan soal-soal dengan baik, tetapi anak bisa memecahkan masalah, memperolah pengetahuan dan mengembangkan potensi di dirinya. Pengalaman langsung yang mereka dapatkan akan semakin memperkuat mereka dalam mengolah kemampuan dan menyerap informasi dengan baik.

Salah satu stimulasi yang pas buat mereka adalah dengan memberikan variasi permainan yang edukatif. Tak perlu biaya mahal untuk pengadaan alat permainan edukatif (APE), karena kita bisa memanfatkan barang bekas yang ada di rumah kita. Misal kardus, botol bekas bedak/kosmetik, tanggalan, gambar dari majalah, dll.

Kelihatannya memang simpel, tapi banyak manfaat yang bisa kita dapatkan. Selain anak bisa ber-having fun, kita sebagai pendidik lebih mudah memetakan kelemahan dan kelebihan anak berdasarkan minat dan bakatnya. Nah, berikut ini adalah beberapa contoh permainan yang bisa kita berikan kepada anak. Permainan ini dibagi menjadi 7 kategori. Angka di dalam kurung merupakan acuan umur yang cocok untuk aktivitas tersebut.

Kategori Language and Reading
The Silence Game (2-6)
Ajaklah anak anda diam sediam-diamnya (tak perlu memaksa mereka untuk diam, tapi pahamkan bahwa ini adalah permainan dan bukan suruhan untuk diam), kemudian coba dengarkan suara-suara yang ada. Setelah beberapa saat, tanyalah anak anda dengan berbisik, apa saja yang ia dengar.
Game ini melatih self control dan observation skill.

The Object Game (3-4)
Sediakan sekelompok benda yang dimulai dengan huruf depan yang sama. Misal: pena, pensil, penghapus. Perkenalkan benda tersebut satu persatu, sambil melafalkan nama-namanya dengan jelas dan bahwasannya benda –benda tersebut dimulai dengan huruf p. Lalu perkenalkan kelompok benda kedua, misal buku, bola, balon. Lakukan dengan cara yang sama. Kemudian suruh dia mengambil satu barang yang dimulai dengan huruf b lalu dengan p dan seterusnya.
Game ini melatih mengenal beginning sound.

Shapes (4-5)
Buatlah bentuk-bnetuk geometris dari kertas karton yang cukup tebal. Misal persegi, lingkaran, segitiga, dll. Perkenalkan bentuk-bentuk itu pada anak dan suruh ia menjiplaknya dengan meletakkan karton berbentuk diatas kertas putih dengan menelusuri tepinya dengan pensil.
Game ini melatih tangan mengontrol alat tulis.

Words Around the House (5-6)
Buat label dengan ukuran yang agak besar nama-nama benda di sekitar rumah dengan menggunakan karton putih dan spidol. Mulai dari meja, kursi, jendela, pintu,dll. Kemudian minta anak meletakkan label pada masing-masing benda.
Game ini melatih anak belajar membaca.

Kategori Mathematics
Sorting Buttons (2-3)
Sediakan beberapa kancing dalam berbagai bentuk dan ukuran. Sediakan juga wadah apa saja. Tutup mata anak dengan sapu tangan atau yang lainny dan suruh anak menyortir kancing untuk dimasukkan ke dalam wadah. Hanya kancing yang berukuran dan berbentuk sama yang boleh masuk wadah.
Game ini melatih indera peraba.

Flat Shapes (3-4)
Ambil beberapa karton atau bekas kartu yang ukurannya sama. Gambarlah bentuk geometris di tengahnya (bisa lingkaran, segitiga atau persegi), lalu potonglah dengan silet. Jadi kita memiliki bentuk geimetris dan bingkainya. Mintalah anak memcocokkan bentuk-bentuk tersebut pada bingkainya.
Game ini melatih anak mengenal bentuk dengan melibatkan indera peraba dan indera penglihatan.

Kategori Geografi
Plan of the house (3-4)
Buatlah peta rumah anda dengan kertas besar. Kemudian guntinglah gambar-gambar perabot yang ada di majalah, misalnya sofa, lemari es, ranjang, meja makan,dll. Mintalah anak menempelkan perabot-perabot yang ada sesuai dengan ruangannya.
Game ini adalah awal pengenalan peta.

Where do I live? (4-5)
Kumpulkan gambar-gambar tentang rumah yang berbeda (rumah joglo, iglo, sarang lebah, sangkar burung,dll). Minta anak memasangkan rumah tersebut dengan si empunya.

Kategory Science and Nature
Cooking (2-3)
Ajak anak beraktivitas di dapur. Libatkan mereka dalam proses membuat makanan. Misalya mencampur bahan atau membuat kue-kue kering atau makanan ringan lainnya.
Anak bisa belajar banyak dengan keterlibatannya langsung di dapur, seperti benda apa saja yang larut dalam air, bagaimana benda berubah karena dingin atau panas, mengenal macam-macam rasa (manis,asam, asin, pahit,dll)

Floating and sinking (3-4)
Aktivitas ini bisa dilakukan di dapur atau di kamar mandi. Minta ia mencuci buah atau sayuran. Dari aktivitas yang dilakukannya itu anak belajar membedakan buah/sayur yang mengapung (floating), mana yang tenggelam (sinking).

Food Groups Game (3-6)
Sediakan kertas besar dan gambar dari berbagai makanan (bisa menggunting dari majalah atau koran). Jenis-jenis makanan itu dibagi dalam 7 kategori, yaitu sayuran/buah, daging, susu, karbohidrat, kacang-kacangan, lemak, gula. Mintalah anak menempelkan gambar di kelompok yang benar.
Game ini untuk memperkenalkan keperdulian dan kebiasaan makan yang baik.

Kategori Sensory Development.
Mystery bag (2-3)
Sediakan sebuah kantong. Masukkan benda ke dalam kantong (misalnya: kelereng, tisu, pensil, dll), kemudian suruh anak menebak benda apa itu dengan memasukkan tangannya ke dalam kantong tanpa boleh melihat ke dalamnya.
Game ini melatih indera peraba.

Sorting by Sound (3-4)
Kumpulkan 10 botol bekas bedak bayi,sampo, dll yang sama persis dan tidak transparan. Kemudian cari 5 jenis benda kecil, misalnya: koin uang, manik-manik, potongan kertas, pasir atau kerang. Benda-benda ini nantinya akan dimasukkan ke dalam botol, oleh karena itu carilah benda yang beragam bunyinya ketika dikocok. Ada koin uang yang bergemerincing atau potongan kertas yang hampir tak berbunyi.
Masukkan koin uang, manik-manik, potongan kertas, pasir dan kerang. Masing-masing dua botol (sepasang). Kemudian suruh anak mencari pasangan botol dengan mengocok-ngocok botol tersebut dan membandingkan bunyi yang ditimbulkan isinya.
Game ini melatih indera pendengaran.

Memos (5-6)
Ini merupakan game memory card. Kartu dibalik di atas meja, lalu anak membuka dua kartu. Jika sama boleh diambil, jika tidak harus dibalik kembali.
Game ini melatih memori.

Kategori History
Timeline of your child’s day (3-4)
Sediakan kertas yang panjang dan beri garis dengan anka (jam) dari bangun tidur sampai mereka kembali tidur. Sediakan gambar aktivitas ketika sedang tidur, makan, belajar, dll. Suruh anak menaruh gambar-gambar tersebut di tempat/angka yang benar sesuai dengan jadwal harian anak..
Game ini membuat anak peka terhadap jalannya waktu dan membantu memahami konsep waktu.

Kategory arts and Craft
Printing Hands and Feet (2-3)
Sediakan kertas besar ( bekas tanggalan bagian belakang yang masih kosong) dan cat air. Mintalah anak membuat cap dari tangan atau kakinya. Hasil karyanya bisa ditempelkan, dengan begitu anak belajar menghargai hasil karyanya.
Game ini mengembangkan sense of design (rasa seni) dan kreativitas.

Tearing, cutting and colage (3-5)
Sediakan kertas kado, kertas tisu atau bekas kartu dan majalah. Minta anak merobek atau menggunting sesukanya. Kemudian suruh ia menempel di atas kertas putih.
Game ini melatih kreativitas dan merasakan tekstur yang berbeda dari bermacam-macam kertas (melatih indera peraba)

Sewing (5-6)
Pada usia lima tahun anak sudah boleh menjahit. Sediakan benang dan jarum yang agak besar dan tidak telalu tajam. Sediakan pula kain yang berserat besar. Biarkan ia menjahit.
Game ini melatih motorik halus

Nah, tentunya masih banyak lagi permainan yang bisa kita berikan pada anak. Anggapan kebanyakan orang bahwa menyelenggarakan sekolah rumah itu perlu biaya banyak, karena untuk pengadaan APE sangat mahal bisa ditepis. Kita bisa berkreasi sendiri membuat permainan dengan memanfaatkan apa yang ada. Yang pasti diperlukan kreativitas.(Ninik SH)

Source: Panduan Lengkap Homeschooling, Progessio