Archive | November 2011

Alat Tempur Kreasi Flanel

Pernah merasakan ga? ketika lagi asyik berkreasi, tiba-tiba harus berhenti di tengah jalan karena ada alat ato bahan yang sedang kita butuhkan tapi ternyata lagi ga ada ato belum punya? Kalo bisa diganti dengan yang lain sih ….ga masalah ya, tapi kalo yang dibutuhkan memang urgent sekali n ga ada penggantinya…yang ada malah rasa dongkol…padahal kita dah semangat 45 pingin liat hasilnya.

Pengalaman aku nih ketika aku bikin gantungan kunci dari flanel, eh ga ada pengaitnya. Sebenarnya pas jalan-jalan di toko bahan craft aku dah liat yang namanya pengait itu cuma waktu itu lum tahu kegunaannya. Baru setelah terjun langsung di medan tempur, baru nyadar kalo ternyata aku butuh itu. Mau beli….jauh! Apalagi kalo harus nunggu mood ‘pak ojek pribadi’. :-o ( Oh no, lambreta seka seki!!!!)

Kalo kejadiannya seperti ini bisa-bisa jadi kehilangan mood of  art-nya. Makanya aku coba inventarisir ya alat-alat tempur kalo aku buat kreasi dari flanel.

Ada banyak sebenarnya pernak-pernik yang biasa digunakan untuk membuat kreasi flanel. Jadi temen-temen bisa hunting sendiri. Nah, ini dia senjata tempurku!

1. Kain Flanel. Ini yang utama, coz proyek kita kali ini berkreasi dengan flanel

2. Benang. Biasanya yang banyak digunakan yaitu benang sulam, tetapi aku ganti dengan benang jahit biasa karena lebih murah dan kuat.

3. Payet. Untuk aksen bintik-bintik ato mata

4. Tali Gantungan. Digunakan kalo bikin phonestraps

5. Gantungan Kunci. Ukuran dan modelnya bervariasi

6. Peniti pin

7. Magnet

8. Lonceng. Biasanya di aplikasikan di phonestraps. Walopun punya aku belum pernah aplikasikan dalam kreasi flanel.

9. Tali. Bisa digunakan untuk gantungan HP, ato gantungan kalo kita buat hanging mobile.

10. Mata. Sementara ini lum pernah pake ini sebagai aplikasi, coz jarang bikin kreasi makhluk hidup.

11. Lem. Lem merek U*U ini yang biasa aku gunakan

12. Jiplakan pola. Sebenarnya ini cetakan kue, tapi beralih fungsi untuk membuat pola. Biasanya aku buat pola juga dari kertas karton

13. Dakron. Sebagai bahan isi.

Yang lain-lainnya bisa ditambahkan sendiri yah. Eh satu lagi nih alat vitalnya “jarum”, lem tembak. Lupa lum kejepret.Semoga bisa membantu temen-temen ketika nyari alat dan bahan kreasi flanel. Selamat ber-happy felt!

Fun with Bulir Beras

Pada hari ketiga Alhamdulillah demam Fatih sudah mulai turun. Makanya ga ada rencana lagi untuk periksa ke dokter. Setelah saya mandikan pakai air hangat, ia sudah beraktivitas lagi seperti biasa. Hari ini sudah bisa mulai masak (Masak ayam goreng aja, yang paling mudah).

Selama saya beraktivitas di dapur, Fatih juga ubek aja di dapur….Katanya bantu-bantu Ibu! Hehe…padahal ga dibantupun mungkin malah lebih cepat selesai. Ia sibuk sendiri dengan panci-pancinya. Ia juga paling suka main-main dengan beras. Sebelum-sebelumnya memang tempat beras saya letakkan di atas jauh dari jangkauannya. Tetapi karena persediaan beras lagi banyak, n takut tumpah kalo diletakkan di atas, so saya letakkan aja di bawah. Ternyata jadi deh dibuat mainnan.

Akhirnya saya ambilkan aja beberapa gelas, kemudian saya letakkan di nampan. Saya sediakan pula beberapa wadah yang berbentuk lingkaran dan persegi. Coz ga punya wadah berbentuk segitiga, makanya saya buatkan dari kardus bekas. Jadilah ia kali ini belajar macam-macam bentuk.

Pertama ia membuat bentuk persegi, dengan membuat cap di buliran beras yang sudah diratakan. Ia terlihat senang sekali, apalagi kali ini saya welcome sekali ketika ia sedang mainan beras…..(biasanya sih…gak boleh. !!!…hehehe)

Ia paling suka ketika adegan menghapus gambar di bulir beras. Caranya dengan menggeser-geser nampan. Jadi deh layar baru.

Kemudian ia mulai lagi mencetak dengan bentuk-bentuk yang lain. Fatih membuat bentuk lingkaran hingga memenuhi nampan. Kemudian ia menekan-nekan lingkaran itu. Penasaran dengan yang dilakukannya, lalu aku dekati ia. Belum sempat aku bertanya, Fatih sudah bilang duluan ….”Kayak mas-mas ngaji di laptop!”….OOo…ternyata ia meniru para qori’ kecil di film Qur’an by Heart ketika memencet tombol di computer. Fatih suka sekali melihat film itu, bahkan tiap hari disetel berulang-ulang. Ia sendiri yang nyetel….mulai dari mencari di folder dan membuka file-nya).

Heemm….menulis di bulir beras. Ternyata lebih asyik yah kalo belajarnya sambil bermain gini. Kemudian saya memberi contoh menulis huruf-huruf dengan jari. Pertama saya tulis huruf di bagian pojok kemudian ia menirukan. Dan ia semakin enjoy…

Heheh ….takut gosong nih masakan! Ditinggal dulu ya dik! Fatih tulis-tulis sendiri ya. Fatik asyik mencoret-coret dan berkomentar tentang apa yang ia coret…..”ini jalan kereta api,….ini ular,…ini …..”

This entry was posted on November 28, 2011, in Bunayya.

Pelajaran Berharga

Pernah kan kita orang tua merasa kewalahan menjawab pertanyaan anak-anak yang mungkin kita menganggapnya simple tapi ternyata butuh jawaban cerdas (tepat dan mudah dipahami oleh anak-anak).Mungkin saja kita tahu jawabannya tapi kesulitan untuk membahasakan kepada anak supaya mudah dimengerti dan ini memerlukan ketrampilan khusus (pemilihan kata, konsep sederhana, dll). Atau adakalanya  kita tidak tahu jawabannya, tetapi tetap harus punya trik untuk menyiasatinya. Ga ada salahnya bilang enggak tahu, tetapi harus ada follow up-nya, misalnya “Coba tar cari di buku ya!”.   Keingintahuan anak, kepolosan anak, dan gaya khas anak-anak mendorong mereka melontarkan celoteh-celoteh yang tak terduga tak terkira oleh orang dewasa. Sebenarnya itu penting, karena hal itu jalan mereka membuka gerbang pengetahuan.

Sehabis shalat Isya’ kami mengajak Fatih jalan-jalan naik motor. Seperti biasanya ia duduk di depan bersama ayahnya. Kalo di posisi seperti ini Fatih punya banyak kesempatan untuk melihat apa yang ditemuinya, dan berkomentar apapun yang dilihatnya. Dan biasanya kalo dengan posisi Fatih tidak berada diantara kami, saya lebih banyak diamnya. Coz sudah terlalu sibuk Ayahnya meladeni celoteh Fatih. Ayahnya Fatih suka bingung kalo dua-duanya (aku dan Fatih) ngomong. Dan saya juga sering miscom dengan jawaban ayah (kirain sedang ngobrol sama  aku,….eh ternyata dengan Fatih). Akhirnya ayahnya berkomentar “Kewalahan aku ngladeni arek loro iki…” hihihi

Ketika kami melewati tepian sungai, Fatih senang ketika melihat ada gelombang air yang ditimbulkan karena lomptan ikan.

Fatih: “Eh …ada ikan, Yah!”

Ayah: “O…iya. Ikannya nyamul-nyamul.”

Fatih: “Kok malam-malam Ikan enggak bobok?” (Hehe…pertanyaan cerdas bukan. Perlu jawaban cerdas plus ilmiah juga)

Ayah: “Ya ..bobok, Dik. Semua hewan bobok. Kambing bobok, ayam bobok, sapi bobok, ikan juga bobo. Tapi boboknya enggak kayak Fatih. Nggak pakai bantal, ga pakai kasur …..(Hehehe…jawaban ga ilmiah blas). Kalo Fatih bobok enggak?

Fatih: “Fatih bobok…….(berfikir sejenak) Ikan enggak meyem?….(maksudnya merem)

Ayah: “ Enggak,…!!!???!!! Kalo merem ya dimakan ikan besar.” (Saya yang di belakang hanya senyum-senyum aja….Dasar Ayah!!!!)

Tema pembicaraan sudah ganti lagi, karena sepertinya Ayah Fatih berusaha mengalihkan perhatian Fatih untuk tidak bertanya lebih jauh tentang kaifiyat tidurnya ikan….(Hhehe…lum tahu jawaban ilmiahnya, daripada njawabnya ngawur…..). Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya Fatih tanya ini itu. Bercerita macam-macam. Ternyata lucu juga mendengar obrolan dan celoteh Fatih.

Sesampainya di rumah ternyata sudah larut malam. Kami sudah mulai ngantuk, tetapi tetap ada jadwal membacakan buku untuk Fatih sebelum tidur. Fatih selalu minta dibacakan buku sebelum tidur. Saya bacakan buku yang kebetulan ada hubungannya dengan pertanyaan Fatih tentang “Kaifiyat tidurnya ikan”…. J

(Hehe…jadi tahu juga nih gimana sih tidurnya ikan). Setiap makhuk hidup perlu tidur untuk istirahat, Walau sepertinya ikan tidak pernah tidur, coz kita ga pernah melihat mata ikan terpejam. Tetapi ikan juga tidur lho untuk istirahat. Istirahatnya ikan dengan cara membenamkan diri ke pasir atau berdiam diri diantara bebatuan. Mata ikan tidak punya kelopak, sehingga ketika tidurpun mata ikan tidak pernah terpejam. Makanya seolah-olah kita tahu bahwa ikan tidak pernah tidur. Kemudian saya tunjukkan dan jelaskan mana itu kelopak mata. Alhamdulillah ia paham, kemudian berkata “ Fatih ada kelopaknya” (sambil ia mengedip-ngedipkan matanya).

Ternyata pertanyaan spontan yang dilontarkan anak membuka jalan kita sebagai orang tua untuk terus belajar…belajar dan belajar. Anak-anak bertanya tentu ada maksudnya bukan sekedar main-main. Mereka bertanya karena benar-benar ingin tahu. Kepolosan mereka bukan dibuat-buat, melainkan karena begitulah gaya khas mereka. Dan sudah seharusnya kita memberikan respon positif atas apa yang ditanyakan atau dilakukannya, dengan tidak mengesampingkan jalan perbaikan jika perkataan ataupun tindakannya dirasa tidak baik.

Alla kulli hal. Kami mendapatkan pelajaran berharga dari perjalannan tadi. Pelajaran berharga yang tak mungkin kami dapat kecuali dengan memperhatikan dan merenungi penciptaan Allah Yang Maha Pencipta.

 

Apa yang Harus Dilakukan Bila Anak Demam?

Setiap orang tua pasti akan khawatir ketika anak mereka demam, karena mungkin hal itu akan membahayakan anak. Mungkin hal ini bisa dimaklumi karena reaksi dari demam ini anak seringkali rewel dan merasa tidak nyaman. Padahal sebenarnya Demam adalah reaksi tubuh terhadap sesuatu yang mengganggu tubuh kita, missal adanya infeksi atau ketidakberesan kerja organ tubuh. Bolehlah kita tahu sedikit tentang seluk beluk demam pada anak, supaya kita bisa mengambil tindakan tepat ketika menghadapi kondisi seperti ini. Artikel ini saya dapat dari Forum Room For Children yang diasuh oleh dokter-dokter spesialis di bidangnya. Sumber langsung bisa dilhat di sini.

Orang tua perlu tahu!

Apa yang Harus Dilakukan Bila Anak Demam?

dr. Fransiska Sri Susanti, Sp.A.

RS PMI Bogor

Demam adalah reaksi tubuh kita terhadap sesuatu yang mengganggu tubuh kita, misalnya adanya infeksi kuman, benturan terhadap jaringan, dll. Demam berfungsi untuk mengatasi gangguan tadi, dan diharapkan gangguan tadi akan hilang. Jadi, demam sebetulnya bukanlah musuh kita, melainkan teman kita.

 

Walaupun begitu, banyak orang tua khawatir melihat anaknya demam. Mengapa? Karena umumnya orang tua khawatir terjadi sesuatu yang membahayakan anaknya. Hal ini amat sangat dapat dimengerti. Anak yang demam seringkali rewel, menangis terus menerus, tidak mau makan, tidak mau minum, bahkan sebagian kecil ada yang kejang karena demam. Jadi, bagaimana sikap kita sebaiknya bila anak demam?

 

1. Pastikan betulkan demam?

Ukur suhu badan anak dengan termometer yang baik. Lakukan dengan benar supaya didapat hasil pengukuran yang benar. Jangan mengukur suhu dengan sekedar menempelkan telapak tangan karena sensasi suhu yang didapat sangat dipengaruhi suhu lingkungan dan suhu tangan Anda sendiri. Pengukuran ini juga diperlukan untuk menentukan kapan anak diberi obat penurun panas, dan juga sebagai data kepada dokter saat berobat. Pola suhu berhubungan dengan jenis penyakitnya, sehingga memudahkan dokter memperkirakan diagnosis pada anak.

2. Perbanyak minum.

Anak yang demam akan membutuhkan lebih banyak cairan karena banyak cairan yang keluar lewat keringatnya. Cairan ini dapat berupa air putih, asi, susu, teh manis, jus buah, kuah sayur, bahkan bila perlu cairan infus bila anak tidak bisa minum.

3. Turunkan suhu permukaan tubuh

Cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengompres. Bagaimana cara mengompres yang benar? Tujuan mengompres adalah membuka pembuluh darah tepi, sehingga makin banyak darah bisa mengalir dan membawa panas badan dari dalam badan dan dibuang melalui permukaan kulit. Untuk membuka pembuluh darah tepi yang benar adalah dengan mengompres memakai air hangat kuku atau air suhu ruangan, bukan air dingin atau air es. Air dingin atau air es menyebabkan pembuluh darah tepi menutup sehingga justru tidak dapat membuang panas. Juga tidak diperbolehkan mengompres dengan alkohol karena alkohol hanya menimbulkan sensasi dingin tetapi tidak banyak membantu menurunkan suhu, dan adanya kekhawatiran terhirupnya uap alkohol atau terserapnya alkohol melalui kulit, menyebabkan keracunan alkohol.

TEmpat yang tepat untuk mengompres adalah pembuluh darah besar, yaitu di kiri kanan leher, ketiak, dan lipat paha. Kesulitannya adalah sebagian besar anak tidak suka bila hal ini dilakukan. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menyeka seluruh badannya. Mengompres hanya dahinya tidak membantu banyak. Bila perlu dapat juga anak duduk berendam di air hangat sambil dibasuh seluruh tubuhnya.

Untuk menurunkan suhu permukaan tubuh juga tidak diperbolehkan memakai pakaian tebal, selimut tebal, dsb. Panas tubuh tidak akan bisa keluar. Sebagian anak sering tampak menggigil bila demam, atau tangan dan kakinya dingin. Ini menandakan suhu badan masih akan naik. Dalam hal seperti ini boleh dipakaikan selimut dan sarung tangan serta kaos kaki, tetapi setelah menggigilnya hilang segera lepaskan semua tadi, dan mulailah mengompres.

4. Obat penurun panas.

Haruskah anak minum obat panas bila demam? TIDAK HARUS. Mengapa? Karena kita tahu bahwa panas adalah sahabat kita. Panas hanya perlu dihilangkan bila panas itu mengganggu. Jadi bila anak tidak rewel, tidak pernah kejang, dsb, tidak harus memberikan obat penurun panas. Fungsi obat penurun panas di sini lebih banyak sebagai penghilang nyeri, untuk membuat anak lebih nyaman. Umumnya obat penurun panas hanya menurunkan suhu sekitar 1-1,5 derajat celcius, sehingga kesannya panas tidak hilang. Umumnya obat penurun panas diberikan bila suhu badan mencapai 38-38,5 derajat celcius.

Obat yang bisa dipakai pada anak adalah parasetamol dan ibuprofen. Kedua obat ini mempunyai efektifitas dan tingkat keamanan yang kurang lebih sama, tetapi ibuprofen lebih berisiko bila diberikan pada kondisi di mana anak sedang terganggu sistem pembekuan darahnya, misalnya pada demam berdarah.

Parasetamol diberikan dengan dosis 10-15 mg/kg/kali. Dapat diulang minimal 4 jam, dan maksimal diberikan 5x sehari.

Ibuprofen diberikan dengan dosis 5 mg/kg/kali bila suhu 38 derajat celcius, dan 10 mg/kg/kali bila suhu badan 39 derajat celcius. Dapat diulang minimal 6 jam, dan maksimal diberikan 4 x sehari.

5. Cari penyebab panas

Mencari penyebab panas perlu dilakukan agar panas tidak terjadi berlarut2. Umumnya bila anak dalam kondisi baik setelah 72 jam panas perlu dicari penyebab panasnya. Bawalah anak ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh, bahkan seringkali diperlukan pemeriksaan laboratorium. Bila anak dalam kondisi lemah sekali, tidak mau makan dan minum sama sekali, kencingnya sedikit, apalagi disertai penurunan kesadaran, tidak boleh menunggu 72 jam, segeralah bawa anak Anda ke dokter.

 

Mudah-mudahan tulisan ini dapat membantu para orang tua dalam bertindak saat anak panas, supaya tidak terjadi kepanikan yang tidak perlu, atau sebaliknya terlalu meremehkan panas, sehingga anak jatuh dalam kondisi berat. Terima kasih.

Fatih Demam

Pekan terakhir nie Ayah Fatih banyak acara di luar. Setelah sehari semalam ada rapat di Malang, jeda satu hari harus ke Jakarta untuk beberapa hari. Biasanya sih kalo ditinggal agak lama, kami (aku dan Fatih) dipulangkan ke Jombang. Tapi kali ini aku males aja….Perjalannnya gitu loh! Jarak tempuh kurang lebih 2 jam-man, abis gitu musim hujan lagi,  lagipula aku biasanya suka ngantuk ketika dibonceng motor. Mending di rumah aja…

Semua bekal yang akan dibawa suami sudah aku siapkan, tinggal nunggu kebrangkatan aja nanti sore naik kereta.

Biasanya aku juga ada persiapan nih kalo ditinggal-tinggal. Persediaan bahan makanan, karena mungkin aku ga akan sempat untuk belanja selama ditinggal kecuali terpaksa, lilin plus korek…jaga-jaga kalo lampu mati, apalagi di musim hujan seperti sekarang ini, pulsa…supaya kalo ada keadaan darurat bisa menghubungi yang bisa dihubungi J. Akhirnya hanya tinggal kami berdua deh di rumah. Walopun biasanya juga sering ditinggal karena ayah lembur di kantor…..Tapi rasanya tetap beda….sepi!!

Sore itu, seperti biasa aku menyuapi Fatih. Tapi nie anak kurang begitu nafsu makan sepertinya. Memang sedari pagi makannya juga kurang begitu semangat. Minum susunya juga jarang. Ketika saya makan mie, biasanya ia juga ikutan tertarik untuk makan mie. Tetapi kali ini enggak. Ketika saya coba suapi, malah kelihatan mau muntah. Saya kasih camilan juga ga mau…

Sepertinya ia lagi ga enak badan. Saya buat aja aktivitas baca-baca untuk dia. Berbaringan di kasur sambil cerita-cerita. Tiba-tiba Fatih bilang mau muntah. Langsung aja aku gendong ia ke kamar mandi, tapi belum sempat turun dari  kasur….sudah muntah duluan. Baju, kasur, sprei semuanya kena. Akhirnya segera aku beresi semua, ganti baju, kasur dibalik, ganti seprei, dll. Aku buatkan Fatih teh hangat agar perutnya agak enakan. Alhamdulillah sudah agak mendingan…

Selanjutnya kami hanya bobok-bobok aja. Bercerita-cerita lagi, sambil aku muraja’ah surat-surat pendek untuk ia. Trus membimbing ia berdoa supaya diberi kesembuhan. Setiap kesempatan diusahakan aku ajari berdoa kepada Allah….(ketika belajar “Ya Allah, tambahkan Fatih ilmu”, ketika sakit, Ya Allah “sembuhkanlah Fatih”, atau berdoa “Ya Allah , jadikan Fatih anak sholeh” dan Alhamdulillah ia dah mulai terbiasa). Dan ketika sakitpun, sewaktu aku minta ia berdoa ia langsung nurut. Menengadahkan tangan sambil berdoa “Ya Allah, sembuhkanlah Fatih!”. Mendengar doa dari bibirnya yang mungil, membuat hatiku jadi trenyuh. Semoga Allah menjaga kami dari keburukan dan memudahkan perjalanan Ayah Fatih. Alhamdulillah ia tidak rewel di malam hari.  Walopun sebentar-sebentar bangun dan sesekali minta di usuk-usuk punggungnya kemudian tidur lagi.

Keesokan paginya ia beraktivitas seperti biasa, bermain, baca-baca, lari kesana kemari. Tapi ia masih ga mau makan. Susu juga ga minta, padahal biasanya habis bangun tidur ataupun setelah mandi ia selalu minta dibuatkan susu. Pagi itu aku beli banyak roti kemudian aku suapi dengan roti. Sengaja aku beli agak banyak karena mungkin nanti ga bisa keluar-keluar lagi khawatir kondisi Fatih keanginan. Coz saya bonceng Fatih di depan pake motor ketika beli.

Hari itu cuaca dingin, mendung mulai menggelayut. Di siang haripun akhirnya turun hujan. Di kondisi seperti ini kalo kondisi kurang fit, makan ga teratur biasanya mudah sakit. Bener deh, sore harinya Fatih demam. Ga terlihat tanda-tanda mau batuk atopun pilek. Sedikit kawatir nih kalo keadaan seperti nie terjadi di malam hari. Kalo ada temannya sih mungkin ga terlalu masalah yah, tapi pas kondisi sendirian gini jadi ada was-was kalo terjadi apa-apa. Kemudian aku persiapkan semua yang mungkin akan kubutuhkan (penurun panas, kompres, minuman hangat, minyak kayu putih dll). Buat jaga-jaga! Demam Fatih sepertinya ga tinggi , ga tahu berapa derajat karena kebetulan term yang aku punya pecah jadi lum aku kasih penurun panas. Tidur Fatih malam itu juga lumayan nyenyak walopun sebentar-bentar bangun.

Pagi hari, badannya masih demam. Ditambah lagi perutnya kembung dan mencret ketika BAB. Saya usahakan nih harus banyak makan n asupan cairan. Walopun dengan sedikit ancaman mo di bawa ke dokter, trus disuntik, trus bobok di RS akhirnya Fatih mau juga makan….(Hhehe…sebenarnya ga boleh ya pake ancam-mengancam / nakut-nakutin dokter karena ini ga akan menguntungkan banget….so jangan ditiru) J…. Seharian itu frekuensi BABnya 3 kali, masih encer juga. Tapi semoga dengan banyak makan n minum akan mulai membaik. Pagi itu aku coba kasih penurun panas. Maunya sih,kalo ada pake obat panas tradisional sampai saya bela-belain sms Ummu Yusuf kali aja tahu…. J, btw syukron ya umm tips-tipsnya.

Hari ketiga, kalo masih mencret lagi….saya putuskan untuk ke dokter. But …Alhamdulillah pagi itu ketika BAB sudah tidak encer lagi. Panasnya juga sudah mulai berkurang. Makan tetap terus dibanyakin supaya cepat pulih. Anaknya juga sudah mulai aktiv lagi. Syukur….Alhamdulillah.

Ayah Fatih beri kabar kalo malam itu sudah bisa pulang, coz urusan sudah selesai. Haah lega rasanya. Untung saja aku bisa mengatasi masa-masa sulit ketika ditinggal dengan baik, walopun mungkin ini sih belum seberapa bila dibandingkan pengorbanan hebat para ibu-ibu yang lain ketika mengalami kondisi yang mungkin lebih sulit dari yang saya alami.. Wallahul Musta’aan..

Membuat Donat

Hai….hai!! Kembali lagi nih dengan kreasi baru. Lama-kelamaan blog ini bisa jadi blog felt craft kali ya, coz lagi suka posting tentang kreasi flanel/ felt. Tapi, enggak ding….Insya Allah masih konsisten dengan visi dan misinya “Tempat aku dan buah hatiku belajar dan mendokumentasikan segala aktivitas dan proyek-proyek bersamanya”. Nih kan salah satu proyekku. Aku lagi belajar buat donat dari kain flanel. Sekalian berbagi ilmu, kali aja ada yang  tertarik or punya hobi sama n sekalian bisa sharing…

Format gambar aku coba ganti. Aku jadikan dalam satu template aja, biar simple n ga kelamaan. Lagian koneksi internet suka lemot…So, I try making the simply way. Langsung aja yah…..keterangan gambar ada dibawahnya:

Tutorial Membuat Donat

  1. Pertama-tama yang kudu disiapkan nih ‘membuat pola’. Buat pola lingkaran kurang lebih diameter 6 cm. Kemudian jiplak pada flanel ( 2 bentuk lingkaran di flanel warna coklat/ krem tua dan 1 pola di flanel warna orange/ terserah). Buat lekuk-lekuk di flanel warna orange.
  2. Gabungkan 2 flanel warna coklat dengan menjahit dengan tusuk feston. Awali dengan lingkaran kecil yang ada di tengah, baru kemudian beralih ke bagian tepi.
  3. Sembari menjahit isi sedikit demi  sedikit dengan dakron hingga penuh, kemudian tutup jahitan. Kemudian rapikan.
  4. Supaya terlihat lebih berisi dan ga kerempeng, lakukan massage/ pemijitan, terutama pada bagian jahitan baik pada bagian tengah atau di tepi
  5. Selanjutnya tempel flanel warna orange sebagai topping. Lakukan mulai dari bagian tengah. Pastikan bisa benar-benar melekat kuat
  6. Kemudian lanjutkan pada bagian tepi.
  7. Supaya lebih cantik hiasi dengan gula-guli ….maksudnya gula-gula warna-warni….hehehe. (Bukan gula beneran, kalo yang ini aku pake tinta timbul/ glitter)
  8. Eh …..yummy donut dah jadi.

Sebenarnya rencana awal sih aku mau buat phone strap/ gantungan HP donat, tapi kelupaan ngasih talinya. Jadinya cuma donat doang. Tapi kalo mo dijadikan hantungan HP or ganci, pada langkah 3 sebelum menutup jahitan bisa diselipkan tali or gancinya. Mudah kan….

Selamat mencoba!!!!

Eh…ada Bonus kreasi donatku yang lain nih…..

Toko Karcis

Kebersamaan dengan anak menjadi hiburan tersendiri bagi setiap orang tua. Dengan polah tingkahnya yang lucu, terkadang bikin rasa capek, penat n letih ini hilang. Celotehnya yang mengundang tawa, semakin membuat aku merasa bahwa ia adalah anugerah yang wajib disyukuri…..Ah terlalu ngalor ngidul…intinya aku mo cerita nih!!!

Sewaktu membacakan buku kereta api untuk Fatih, saya selipkan beberapa pertanyaan.
Aku  : Kalo mau naik kereta api harus kemana, Dik?
Fatih : Stasiun
Aku  : Yang nyopir kereta api siapa?
Fatih : Orang……..(pikirku ‘bener juga masak ya kambing’. Ternyata pertanyaanku salah, harus diralat nih)
Aku  : Kalo yang nyopir kereta api namanya apa?
Fatih : Masinis
Aku  : Kalo mau naik kereta beli apa dulu, Dik?
Fatih : Karcis
Aku  : Beli karcisnya di mana?
Fatih : (mikir dulu agak lama kemudian menjawab)….di toko karcis.
Aku : !?!!??!!!….betul ga ya? (Eh ternyata bisa diterima juga jawabannya, masak di toko besi :-)
Padahal saya sudah yakin ia akan jawab loket, But kelupaan kali ya…
Baarakallahu fiik, ya walady!!!

 

This entry was posted on November 4, 2011, in Bunayya.

My Latest Felt Creations

Makin asyik nih dengan perflanelan….seumur-umur…craft ini deh yang lumayan bertahan lama untuk aku geluti. Sebelum-sebelumnya….cuma booming di awal aja, abis itu mingslep. Paper quilling…(masih suka coba bentar-bentar), sulam pita ….(baru dapat satu baju, itupun ga banyak), merajut….(agak susah, masih terbata-bata baca pola n simbol)….akhir-akhir nie lumayan productive lagi. Apalagi kalo suami….dukung-dukung aku….(maksudnya mau aja nganteririn istrinya yang dikit bawel nie ke toko bahan craft). Alhasil….ini ni beberapa craft yang aku buat barusan….

Ganci Fancy Cars

Sebenarnya ga hanya untuk ganci saja, buat aplikasi yang lain juga bisa (phone straps/ gantungan hp, magnet kulkas, bros/pin, dll).

Phone Straps Semangka

Kalo di postingan yang lalu saya pernah buat tutorial buat ganci semangka, bisa lihat di sini. Sekarang saya aplikasikan untuk gantungan HP. Pada dasarnya cara pembuatannya sama, tapi kali ini sedikit lebih advance coz untuk bintik bijinya ga pake jahit jelujur benang lagi tetapi pake manik-manik.

Bros /Pin Ice Cream

Kelihatan yummy yaa…Saya buat ice creamnya pake teknik quilling (gulung)…(ga jauh-jauh kan dengan craft aku dulu ‘paper quilling’. Untuk cone-nya supaya kelihatan seperti cone asli….aku tambahkan guratan-guratan, pake tinta timbul.

Ganci Donuts

Ini donat versi terbaru aku. Kalo yang lalu-lalu, bisa lihat disini, aku belum cukup puas dengan hasilnya coz ga bisa terlihat padat n bunder mleker. Sekarang sudah lebih mendingan. Sudah makin terbiasa kali ya….

Eh dah dulu ya….tar tak posting lagi kalo ada kreasi terbaruku. Insya Allah…