Awal Mula Turunnya Al Qur’an

Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam di Gua Hira adalah kitab terakhir yang akan membimbing umat manusia. Bagaimana awal mula Al Qur’an diturunkan? Mari kita simak kisah turunnya wahyu pertama yang juga sebagai tanda kerasulan beliau.

Dialah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib. Seorang pemuda dari suku Quraisy yang dikenal jujur dan dapat dipercaya. Seorang pemuda yang bersih hatinya. Ia tidak menyembah berhala dan hanya menyembah Allah.

Muhammad merasa sedih terhadap perbuatan buruk kaumnya. Berbohong pada sesama, mengingkari janji, tidak menghormati tetangga dan suka berbuat dzalim. Mereka mengabaikan orang yang memerlukan bantuan dan membiarkan orang miskin kelaparan. Dan yang paling buruk, mereka tidak beriman kepada Allah sebagai satu-satunya tuhan yang harus disembah. Mereka mengambil berhala-berhala untuk dijadikan tuhan-tuhan mereka.

Begitu besar perhatian Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam pada kaumnya, menjadikan beliau selalu berfikir untuk bisa mengubahnya. Ia biasa keluar menjauh dari kaumnya sebulan pada setiap tahunnya. Ia biasa bertahannuts (beribadah dengan menjauhkan diri dari berhala-berhala) pada bulan Ramadan di Gua Hira’. Apabila ia telah pulang dari tahannutsnya, kemudian ia thawaf sebanyak tujuh kali di Ka’bah barulah ia pulang.

Pada saat itu bulan Ramadhan, usianya telah menginjak 40 tahun. Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam bersiap-siap untuk pergi ke gua. Hatinya yang bersih dan hanya mencintai kebaikan, menjadikan ia lebih suka berkhalwat (menyendiri melakukan ibadah). Keimanannya terhadap Allah menjauhkan dirinya dari segala bentuk kesyirikan dan penyembahan terhadap berhala seperti yang diperbuat kaumnya. Kebenaran itu tampak jelas baginya seperti terangnya siang.

Khadijah radiallahu anha, istri yang setia dan dicintainya selalu mempersiapkan perbekalan untuk perjalanan nabi ke gua Hira’. Perbekalan akan dipakai untuk beberapa hari, Insya Allah. Setelah berpamitan kepada istrinya, Nabi shalallahu alaihi wasallam mengambil perbekalan makanan kemudian pergi menuju gua yang dimaksud. Apa yang akan terjadi di sana, yang akan mengubah sejarah umat manusia?….

Tepat di malam yang telah Allah tentukan, langit diliputi kegelapan. Nabi shalallahu alaihi wasallam berada sendirian di dalam gua. Kali ini nabi benar-benar berfikir agar bisa mengubah kaumnya. Dia ingin membimbing mereka agar kembali pada Allah. Membantu mereka untuk memperoleh petunjuk dan mengeluarkannya dari kegelapan.

Ketika Rasulullah sedang tidur beralaskan tikar, tiba-tiba ada seseorang memasuki gua Siapakah dia? Apakah ada musafir yang singgah? Nabi shalallahu alaihi wasallam memang biasa menyambut musafir yang singgah atau memberi makan fakir miskin yang menjenguknya. Tetapi sepertinya bukan musafir, tak ada seorangpun di sana.

Sosok yang datang itu adalah malaikat yang turun dari langit. Ia adalah Jibril, malaikat pembawa wahyu. Ia dikirim Allah kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Kedatangan seseorang yang luar dari kebiasaan itu membuat ia takut kala itu. Malaikat jibril datang membawa sebuah kitab di tangannya dan berkata: ”Bacalah!

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam gemetar. Ia menjawab: ”Aku tidak bisa membaca”

Jibril kemudian mendekapnya dengan erat. Setelah itu melepaskannya dan mengulangi perintahnya, “Bacalah!

“Aku tidak bisa membaca”. Jawab beliau masih dalam keadaan takut

Jibril mendekap dengan erat untuk kedua kalinya kemudian melepaskannya dan berkata lagi: “Bacalah”

“Apa yang harus aku baca?” Ucap Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam kemudian.

Jibril mendekap Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam untuk yang ketiga kalinya, kemudian melepaskannya.Jibril berkata:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang menciptakan.”

“Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah”

“Bacalah, dan Rabbmulah Yang Paling Pemurah”

“Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam”

”Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”

Pada saat itu cahaya wahyu memancarkan sinarnya atas Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Ini merupakan surat pertama dari Al Qur’an. Yang diturunkan dan menjadi ajaran terakhir yang Allah turunkan untuk umat manusia. Kedatangan Malaikat pembawa wahyu ini sekaligus menjadi tanda kerasulan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam..

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam telah dipilih oleh Allah sebagai nabi dan rasul terakhirNya. Dari Gua Hira’ yang terletak di bukit kota Makkah, ia akan memimpin semua bangsa. Dengan kalimat tauhid yang agung dan Al Qur’an yang menjadi pedoman bagi umat di belahan timur dan Barat.

Dengan firman-firman Allah, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengajak untuk kembali ke jalan Allah. Berseru bahwa hanya Allah satu-satunya dzat yang berhak diibadahi. Dan dengan ajarannya yang mulia akan menyelamatkan umat manusia kegelapan dan lepas dari belenggu keberhalaan menuju ka cahaya tauhid.

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam mengulangi ayat-ayat qur’an tersebut, kemudian Malaikat Jibril meninggalkan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam sendiri di dalam gua. Lalu ia terbangun dan mendapati seolah-olah di hatinya telah terukir sebuah tulisan.

Ia kemudian bergegas pulang dengan hati yang masih diliputi perasaan takut. Apakah ini benar-benar terjadi?

Ketika tiba di pertengahan bukit terdengar suara dari langit

”Wahai, Muhammad, engkau adalah utusan Allah dan aku adalah Jibril”

Dilihatnya Malaikat Jibril menjelma dalam bentuk lelaki putih bersih kedua telapak kakinya di ufuk langit. Nabi berusaha memalingkan wajahnya dari Jibril ke ufuk yang lain tetapi dilihatnya ia di setiap ufuk.

Nah, sekarang kita tahu bagaimana wahyu yang pertama kali turun. Dan ajaran Islam yang disampaikan Rasulullah menjadi penutup dari agama-agama terdahulu.

Sumber:
Tahdzib Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam. Abdus Salam Harun, Darul Haq

Pelajaran yang bisa dipetik dari cerita di atas:
*Bagian dari iman kepada Allah yaitu mengimani para malaikatNya, kitab-kitabNya dan rasul-rasulNya.
*Kitab terakhir yang diturunkan adalah Al Qur’an, yang di dalamnya berisi petunjuk dan nasehat
*Malaikat Jibril adalah malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu
*Al Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam, dan beliau yang menjadi penutup para nabi dan Rasul.
*Rasul mempunyai tugas yang besar, yaitu membimbing manusia untuk menyembah hanya kepada Allah semata dan memperingatkan pentingnya Tauhid serta memberi kabar gembira bagi orang yang menerima ajarannya.
*Allah menjanjikan pahala yang banyak bagi orang yang membaca Al Qur’an
*Pentingnya Al Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi untuk diamalkan.

About these ads